BMKG Sebut Hujan dengan Intensitas Tinggi Penyebab Longsor di Cisarua

HUJAN dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah Jawa Barat selama beberapa hari terakhir, menjadi pemicu utama terjadiny longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan, kondisi cuaca saat ini masih sangat berpotensi memicu kejadian serupa, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan tanah labil.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan pada 23 Januari 2026, curah hujan di KBB tercatat berada pada kategori ekstrem. Berdasarkan data BMKG dari Pos Hujan Perkebunan Sukawana mencatat curah hujan sebesar 215,5 milimeter, sementara Pos Hujan Perkebunan Pangheotan mencatat 210,5 milimeter dalam satu hari.

“Curah hujan yang sangat tinggi ini menjadi faktor utama penyebab longsor, terutama di wilayah KBB yang memiliki topografi berbukit, curam serta kondisi tanah yang relatif labil,” paparnya.

BACA JUGA  Cuaca Ekstrem Masih Mengancam di Tengah Musim Kemarau

Kehilangan daya ikat

Menurut Rahayu, longsor memang dipengaruhi oleh banyak faktor, namun hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang panjang menjadi pemicu dominan. Air hujan yang terus-menerus meresap ke dalam tanah menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh dan kehilangan daya ikatnya.

“Hujan lebat hingga ekstrem yang turun dalam durasi lama membuat tanah tidak mampu lagi menahan resapan air. Kondisi inilah yang kemudian memicu terjadinya longsor. BMKG juga mencatat bahwa pola hujan yang terjadi saat ini tidak hanya lebat, tetapi juga berlangsung cukup lama,” tuturnya.

Rahayu menambahkan, kombinasi antara intensitas dan durasi hujan tersebut secara signifikan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk longsir dan banjir bandang.

BACA JUGA  BMKG DIY Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Indikator cuaca

Masyarakat sebenarnya dapat mengenali sejumlah indikator cuaca sebagai sinyal awal meningkatnya potensi longsor. Salah satunya adalah munculnya awan Cumulonimbus yang tumbuh menjulang tinggi dan menutupi langit hingga tampak gelap.

“Pada periode Januari hingga Maret 2026 diprediksi masih berada dalam puncak musim hujan di berbagai wilayah di Jabar, termasuk Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Artinya, intensitas hujan masih berpotensi tinggi,” jelasnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis tersebut, BMKG lanjur Rahayu, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tetap waspada

Ia menekankan pentingnya mengantisipasi hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem, terutama jika berlangsung dalam waktu lama. BMKG mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, memantau kondisi cuaca, serta menjauhi lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak longsor.

BACA JUGA  Warga Diminta Waspadai Ancaman Bencana saat Cuaca Ekstrem

“BMKG juga mengingatkan agar masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lama dan muncul tanda-tanda alam seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tidak biasa di sekitar permukiman. Dengan kewaspadaan bersama, risiko jatuhnya korban akibat bencana longsor diharapkan dapat diminimalkan,” tutupnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X melepas langsung keberangkatan 1.800 pedagang Warmindo dalam Mudik Bareng Warmindo Yogyakarta pada Senin (16/3). Kegiatan yang kini telah menjadi tradisi tahunan menjelang Idulfitri…

Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

RATUSAN pengemudi ojek online (ojol) perempuan berstatus janda mendapatkan bantuan paket sembako dari Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Pembagian bantuan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya, Kompleks Perumahan AL Sugihwaras Kecamatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

  • March 16, 2026
Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

  • March 16, 2026
PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

  • March 16, 2026
Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak

  • March 16, 2026
Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak

Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT

  • March 16, 2026
Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT

Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

  • March 16, 2026
Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta