Pemkab Pati Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 6 Februari

PEMERINTAH Kabupaten Pati memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor hingga 6 Februari 2026. Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak serta tingginya potensi bencana susulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan status tanggap darurat sebelumnya berlaku pada 9–23 Januari dan diperpanjang untuk tahap kedua mulai 24 Januari hingga 6 Februari.
.
“Perpanjangan ini dilakukan karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” kata Chandra saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (24/1) malam.

Penanganan intensif

Banjir di Kabupaten Pati. (Dok.Ist)

Ia menjelaskan, jumlah desa terdampak yang semula mencapai lebih dari 100 desa kini menurun menjadi sekitar 51 desa. Meski demikian, kondisi tersebut masih memerlukan penanganan intensif.

BACA JUGA  Lomban Kupatan Sambiroto, Tradisi Larung Sesaji usai Hari Raya Idul Fitri

Chandra mengapresiasi kinerja ASN Kabupaten Pati, tim SAR gabungan, TNI, Polri, serta relawan yang terus membantu penanganan bencana di lapangan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan berbagai pihak, termasuk Korpri yang menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, Kabupaten Pati merupakan daerah dengan potensi bencana yang cukup tinggi di Jawa Tengah, terutama banjir yang kerap terjadi berulang. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi warga atau penyediaan lahan baru.

“Ke depan, penanganan banjir berulang perlu dilakukan secara lebih permanen dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kewenangan Pemkab

Banjir di Kabupaten Pati. (Dok.Ist)

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan penetapan status tanggap darurat merupakan kewenangan pemerintah daerah. Pemerintah provinsi, kata dia, berperan mendukung dan memfasilitasi sesuai kebutuhan daerah terdampak.

BACA JUGA  BYD Hadirkan Mobil Listrik Tahan Banjir

“Penetapan status tanggap darurat bersifat kedaerahan. Pemerintah provinsi berada pada posisi mendukung dan memfasilitasi,” jelasnya.

Sumarno juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental aparatur dalam menghadapi situasi bencana agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. (Htm/N-01)

Banjir di Kabupaten Pati. (Dok.Ist)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penumpang di Bandara Juanda Diprediksi Tembus 5 Ribu pada Puncak Arus Mudik Lebaran

MANAJEMEN Bandara Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mulai memetakan pergerakan penumpang menjelang musim mudik Lebaran tahun ini.  Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-3 Lebaran, tepatnya pada 18 Maret,…

Valet Ride dan Chatbot Si Polan Jadi Inovasi Polda Jateng

DALAM rangka memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menghadirkan dua program unggulan yakni Valet Ride dan Chatbot Si Polan yang menjadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Setelah Minta Maaf ke Jokowi, Rismon Sianipar Sowan ke Istana Wapres

  • March 13, 2026
Setelah Minta Maaf ke Jokowi, Rismon Sianipar Sowan ke Istana Wapres

Penumpang di Bandara Juanda Diprediksi Tembus 5 Ribu pada Puncak Arus Mudik Lebaran

  • March 13, 2026
Penumpang di Bandara Juanda Diprediksi Tembus 5 Ribu pada Puncak Arus Mudik Lebaran

Valet Ride dan Chatbot Si Polan Jadi Inovasi Polda Jateng

  • March 13, 2026
Valet Ride dan Chatbot Si Polan Jadi Inovasi Polda Jateng

Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran

  • March 13, 2026
Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran

Ilmuwan Undip Diminta Hasikan Inovasi yang Menjawab Masalah

  • March 13, 2026
Ilmuwan Undip Diminta Hasikan Inovasi yang Menjawab Masalah

Brimob Polda Jateng dan Klenteng Hok Tiek Bio Pati Bagikan 1.500 Paket Berbuka

  • March 13, 2026
Brimob Polda Jateng dan Klenteng Hok Tiek Bio Pati Bagikan 1.500 Paket Berbuka