
KEPALA Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Reni Kraningtyas, memprediksi akhir musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan terjadi pada dasarian I hingga III April 2026.
Dalam keterangannya kepada pers di Yogyakarta, Jumat (23/1), Reni menjelaskan prediksi tersebut didasarkan pada analisis gejala fisis serta dinamika atmosfer dan laut. Saat ini, angin baratan atau Monsun Asia masih aktif di wilayah Indonesia.
Selain itu, Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada kondisi netral. Dipole Mode Index (DMI) juga diprakirakan tetap dalam kategori netral hingga pertengahan 2026.
“Kondisi ini diperkirakan bertahan sampai pertengahan tahun 2026,” ujarnya.
Reni menambahkan, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di Indonesia dalam waktu dekat.
Akhir musim hujan April
MJO merupakan fenomena gelombang konveksi skala besar yang bergerak dari barat ke timur melintasi wilayah tropis, membawa periode hujan lebat (fase basah) dan kering (fase kering) setiap 30–60 hari.
Sementara itu, hasil analisis anomali suhu muka laut di perairan selatan DIY berkisar antara 0,0 hingga minus 0,5 derajat Celsius, dengan suhu permukaan laut sekitar 28–29 derajat Celsius.
Untuk dasarian III Januari 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori menengah hingga tinggi, yakni 50–200 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan Bawah Normal (BN) hingga Normal (N).
Memasuki dasarian I Februari 2026, curah hujan diperkirakan berada pada kategori menengah, 50–150 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan Bawah Normal (BN). Sedangkan pada dasarian II Februari 2026, curah hujan diprediksi kembali berada pada kategori menengah hingga tinggi, 50–200 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan Bawah Normal (BN) hingga Normal (N).
Dalam tiga bulan ke depan, curah hujan bulanan di DIY diprakirakan sebagai berikut:
Februari 2026: 201–400 milimeter per bulan (kategori menengah–tinggi) dengan sifat hujan bervariasi dari Bawah Normal (BN) hingga Atas Normal (AN).
Maret 2026: 201–400 milimeter per bulan (kategori menengah–tinggi) dengan sifat hujan bervariasi BN–AN.
April 2026: 201–300 milimeter per bulan (kategori menengah) dengan sifat hujan Normal (N).
Secara umum, sifat musim hujan 2025/2026 di DIY diprediksi Normal di seluruh 8 Zona Musim (ZOM). Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026 di lima ZOM (62,5 persen) dan Februari 2026 di tiga ZOM (37,5 persen).
“Durasi musim hujan 2025/2026 di DIY diprediksi bervariasi antara 16–18 dasarian di empat ZOM (50 persen), 19–21 dasarian di tiga ZOM (37,5 persen), dan 22–24 dasarian di satu ZOM (12,5 persen),” kata Reni.
Total curah hujan selama musim hujan 2025/2026 diprakirakan berkisar antara 1.001 hingga lebih dari 3.000 milimeter. Sementara akhir musim hujan diprediksi berlangsung pada dasarian I–III April 2026. (AGT/S-01)







