
NORMALISASI Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana menjadi pilihan warga Kabupaten Kudus terdampak banjir. Warga yang melintasi wilayah Kudus mengakui kerap meluap saat curah hujan tinggi.
“Ada satu hal yang menjadi keluhan warga terdampak di Kabupaten Kudus. Kebutuhan dasar mereka terjamin, tetapi mereka meminta normalisasi Sungai Juwana agar bencana serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujar Kepala BNPB Suharyanto usai rapat koordinasi di Kantor DPRD Kudus, Jumat (16/1).
Dalam dialog bersama pengungsi, Kepala BNPB memperoleh informasi bahwa kebutuhan dasar para pengungsi relatif terpenuhi. Namun, masyarakat berharap adanya solusi permanen agar bencana banjir tidak kembali terulang.
BNPB, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan jangka panjang DAS Juwana. Normalisasi sungai tersebut telah menjadi perhatian dan masuk dalam program BBWS Juwana.
Kabupaten Kudus menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan oleh bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Jawa Tengah pada pertengahan Januari 2026.
Berdasarkan data kaji cepat sementara hingga Jumat (16/1), sebanyak 38 desa di tujuh kecamatan terdampak banjir. Tercatat 5.890 rumah terendam, termasuk 11 tempat ibadah dan 45 fasilitas pendidikan.
Korban jiwa akibat bencana banjir tercatat dua orang akibat kecelakaan air. Selain itu, sebanyak 1.805 jiwa terpaksa mengungsi dan tersebar di 11 titik pengungsian.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di 127 titik yang tersebar di 14 desa, menyebabkan satu orang meninggal dunia. Fenomena angin kencang turut melanda 15 desa, mengakibatkan puluhan pohon tumbang yang menutup akses jalan, menimpa rumah warga, serta kendaraan.
Kepala BNPB Suharyanto meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Kudus, Jumat (16/1). Dalam kunjungannya, Kepala BNPB mendatangi lokasi pengungsian di aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus. Di lokasi tersebut terdapat 697 pengungsi, terdiri atas 291 laki-laki dan 396 perempuan.
Di hadapan para pengungsi, Suharyanto menyampaikan ungkapan belasungkawa dari Presiden atas bencana banjir yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah pusat tengah menangani bencana besar di Sumatra, perhatian terhadap wilayah lain, termasuk Jawa Tengah, tetap menjadi prioritas. (*/S-01)







