
WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menerima keluhan Kepala SD Negeri Jatikalang Kecamatan Prambon, terkait kondisi sekolah yang kerap dilanda banjir dan belum adanya pagar di halaman belakang.
Akibat banjir para0 siswa sekolah tidak mengenakan sepatu dalam kelas. Sementara belum adanya pagar mengakibatkan beberapa kali kejadian sepeda siswa maupun peralatan sekolah lainnya hilang dicuri.
Pihak sekolah sudah menyampaikan keluhan sejak 2021 lalu namun belum mendapatkan tanggapan.
“Alhamdulillah di SD Jatikalang ini ada beberapa permasalahan. Pertama masalah pagar untuk keamanan sepeda anak-anak yang parkir di belakang sekolah. Tadi juga ada Bu Dewan, Bu Irga, yang dapilnya di sini dan insyaallah sudah ada solusi ke depannya,” kata Mimik Idayana di SD Negeri Jatikalang, Selasa (13/1/).
Perlu pembenahan
Selain pagar, Mimik menyebut kondisi gedung sekolah juga membutuhkan pembenahan. Halaman belakang sekolah kerap tergenang air saat hujan akibat tidak adanya saluran pembuangan yang memadai.
Saat mendapat keluhan itu, Mimik pada kesempatan tersebut juga langsung menelepon pihak Dinas Pendidikan Sidoarjo.
“Yang kedua, kondisi gedung sekolah juga kurang layak dan perlu pembenahan. Setelah nanti ada paving atau pemagaran, kita juga harus carikan solusi pembuangan airnya. Selama ini tidak ada saluran, sehingga air mengalir ke lingkungan warga. Ini harus kita atasi bersama dengan desa,” kata Mimik.
Peralatan elektronik
Kepala SD Negeri Jatikalang Prambon, Andriyanto menambahkan, persoalan keamanan dan banjir sudah lama terjadi. Bahkan sebelumnya, bukan hanya sepeda siswa yang rawan hilang, tetapi juga peralatan elektronik sekolah.
“Dulu bukan hanya sepeda saja, Pak. Perlengkapan elektronik sekolah juga rawan hilang. Karena belum ada pagar pembatas, sehingga potensi itu selalu ada,” kata Andriyanto.
Banjir di halaman belakang sekolah, kata Andriyanto, kerap mengganggu aktivitas belajar siswa. Bahkan pada awal pekan ini, siswa terpaksa masuk sekolah tanpa sepatu karena genangan air cukup tinggi.
“Hari pertama sekolah, anak-anak basah semua. Hari Senin kemarin bahkan banyak yang tidak pakai sepatu karena banjir di belakang sekolah cukup parah,” kata Andriyanto.
Pernah ajukan
Andriyanto saat itu mengajukan beberapa permohonan kepada wakil bupati Sidoarjo. Di antaranya pembangunan pagar pembatas sekolah, peninggian dan paving halaman belakang sekolah, serta bantuan perbaikan genteng, plafon, dan rangka atap yang sudah dimakan usia.
“Saya ini PLT baru dua bulan. Sebenarnya dulu sudah pernah diajukan pagar pembatas supaya sekolah aman, tapi belum ada tindak lanjut. Harapannya dengan kehadiran Ibu Mimik hari ini, pengajuan ini bisa segera ditindaklanjuti,” kata Andriyanto. (OTW/N-01)







