Cabuli Anak-Anak SD, Kakek 60 Tahun Diamuk Massa

SEORANG kakek berusia 60 tahun bernama Mukminin, nyaris dihajar massa atas kasus dugaan pencabulan sejumlah anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Beruntung, pelaku berhasil diselamatkan petugas Polsek Tulangan Kabupaten Sidoarjo yang dibantu TNI.

Warga Desa Medalem Kecamatan Tulangan, Sidoarjo sebelumnya digegerkan dengan penangkapan Mukminin pada Selasa (6/1) malam. Pria lanjut usia itu ditangkap warga beramai-ramai karena diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur.

Pelaku saat itu dibawa ke Balai Desa Medalem. Sejumlah polisi dan TNI juga sudah datang ke balai desa setempat.

Pada saat itu kemarahan warga memuncak, setelah mendengar pengakuan pelaku. Mukminin mengaku sudah mencabuli lima anak di bawah umur yang masih bersekolah di SD.

BACA JUGA  117 Tim Ikuti LPBB Tingkat Nasional di SMK Krian 1

Direkam di ponsel

Polisi bersama Anggota TNI mengamankan Mukminin, pelaku pencabulan, dari amukan massa. (MN/Dok.Ist)

Tidak hanya itu, pelaku ternyata merekam perbuatan tidak senonohnya dengan telepon genggam miliknya. Petugas pun kemudian memeriksa telepon milik pelaku dan mengamankannya sebagai barang bukti.

“Ya semua juga saya rekam menggunakan ponsel saya,” kata Mukminin.

Massa yang sudah geram, terutama para keluarga korban, saat itu berusaha menghajar pelaku. Beruntung, pelaku diselamatkan petugas dan dibawa ke Mapolresta Sidoarjo.

Selanjutnya pelaku menjalani pemeriksaan tim penyidik ​​Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah korban.

Korban juga dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo untuk menjalani visum.

Diancam pelaku

Polisi bersama Anggota TNI mengamankan Mukminin, pelaku pencabulan, dari amukan massa. (MN/Dok.Ist)

Kasus cabul ini sendiri awalnya terungkap bukan dari keterangan korban. Saat itu tidak ada korban mengadu ke orang tua karena takut diancam pelaku.

BACA JUGA  Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

Perbuatan menjadi pelaku justru terungkap dari pengakuannya sendiri yang keceplosan ke rekan kerjanya. Pelaku saat itu mengaku pernah berlangganan kemolekan tubuh anak-anak di bawah umur yang masih tetangganya sendiri.

Dari pengakuan pelaku yang keceplosan itu, kemudian masuk ke telinga sejumlah orang tua. Pihak orang tua selanjutnya menanyakan pada anak apakah pernah dicabuli pelaku. Akhirnya heboh, karena tidak hanya satu anak yang dicabuli, namun sementara ada lima. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut kini mulai diuji coba untuk menghadirkan…

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

KEJAKSAAN Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menahan seorang pimpinan sebuah bank pelat merah di Sleman berinisial HSU. Kasi Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo menjelaskan dalam menangani kasus itu mereka memeriksa saksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

  • November 6, 2026
KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali