
DEWAN Permanen Organisasi Negara-Negara Amerika (Organization of American States/OAS) akan menggelar pertemuan darurat pada Selasa pagi waktu setempat untuk meninjau situasi di Venezuela menyusul serangan militer Amerika Serikat dan penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro.
“Dewan Permanen Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) akan mengadakan pertemuan khusus pada Selasa, 6 Januari pukul 10.00 EST (22.00 GMT) di Ruang Simon Bolivar di kantor pusat OAS, guna membahas perkembangan terbaru di Republik Bolivarian Venezuela,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Pertemuan organisasi yang beranggotakan 35 negara itu akan disiarkan langsung. Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores sebelumnya membawa ke New York.
Mahkamah Agung Venezuela sendiri telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara negara tersebut.
Kolombia target selanjutnya
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba dan dianggap menimbulkan ancaman terhadap Amerika Serikat.
Trump juga mengatakan bahwa ia tidak mengesampingkan kemungkinan akan melakukan operasi militer ke Kolombia untuk menumpas produksi kokain negara itu.
“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya untuk waktu yang lama, percayalah. Dia punya pabrik kokain dan pabrik kokain,” kata Trump merujuk Presiden Kolombia Gustavo Petro. (*/N-01)








