Perkuat Ekosistem Biota Laut, PSLH UGM Rehabilitasi Mangrove di Pandeglang

PUSAT Studi Lingkungan Hidup (PSLH UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian Kampung Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada 13 Desember lalu.

Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat, PSLH UGM melakukan kerja sama dengan Desa Wisata bernama Lembur Mangrove Patikang guna meningkatkan potensi ekowisata dan rehabilitasi mangrove.

Prof. Djati Mardiatno, selaku peneliti PSLH, mengatakan kegiatan pengabdian ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan global, United Nations Environment Assembly dalam Membangun Ketahanan Pesisir Melalui Rehabilitasi Mangrove: Kontribusi Lokal untuk Solusi Global.

Minimalkan risiko bencana

Menurut Djati, keberadaan ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam meminimalkan risiko bencana, utamanya tsunami. Melalui diskusi tersebut juga diketahui bahwa masyarakat Patikang sudah akrab dengan mangrove.

BACA JUGA  Guru Besar UGM Soroti Matinya Dua Ekor Gajah TN Way Kambas

“Berbagai jenis pemanfaatan telah dilakukan oleh masyarakat Patikang hingga menghasilkan nilai ekonomi,” katanya dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (31/12).

Djati menyampaikan berbagai isu yang berkaitan dengan ekosistem mangrove mulai dari jasa ekosistem, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana. Terlebih pada tahun 2018, tsunami pernah melanda wilayah Banten.

Peran masyarakat

Kegiatan edukasi mitigasi bencana dan rehabilitasi kawasan mangrove ini diharapkan meningkatkan peran masyrakat soal risiko  bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

Djati menuturkan di sekitar hutan mangrove Patikang diketahui dimanfaatkan oleh Ikan Tenggiri sebagai nursery ground sehingga banyak ditemukan anakannya.

Selain itu, ekosistem hutan mengrove Patikang juga ditemukan anakan Belangkas (Kepiting Tapal Kuda). Belangkas merupakan satwa yang dilindungi. Temuan ini semakin memperkuat bahwa ekosistem hutan mangrove di kawasan Patikang harus dilestarikan.

BACA JUGA  UGM segera Proses Pelanggaran Disiplin Prof EM

Memberdayakan masyarakat

Pengelola Desa Wisata Lembur Mangrove Patikang Deden Sudiana, menambahkan saat ini Lembur mangrove sudah dapat memberdayakan masyarakat.

Masyarakat Patikang telah banyak terlibat dengan proses pembibitan bahkan hampir setiap rumah telah memiliki 2000 – 3000 bibit mangrove.

“Melalui konservasi mangrove, kawasan ekosistem mangrove sudah menjadi habitat bagi banyak biota laut,” katanya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

KELOMPOK Srikandi SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta dengan goresan mural berjudul  ‘Jogja Punya Gaya Santun Beretika Teguh Berbudaya’ di dinding sekolah menjadi juara 1 Lomba Mural Nasional dalam rangka Milad…

Fenomena Polyworking Makin Berkembang

FENOMENA polyworking atau memiliki lebih dari satu pekerjaan kini semakin berkembang di Indonesia seiring dengan tren pola kerja fleksibel. Meski sering diidentikkan dengan generasi muda, data terbaru justru menunjukkan bahwa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

  • July 10, 2026
SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

  • July 10, 2026
Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

  • July 9, 2026
Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

  • July 9, 2026
Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

  • July 9, 2026
Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

  • July 9, 2026
Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas