Wisudawan UII Harus Jaga Nalar di Tengah Bising Informasi

UNIVERSITAS Islam Indonesia (UII) menggelar wisuda terakhir tahun 2025 di Kampus Terpadu Jalan Kaliurang, Sabtu (27/12). Dalam kesempatan tersebut, Rektor UII Prof. Fathul Wahid mengingatkan para wisudawan untuk menjaga kejernihan berpikir di tengah dunia yang semakin bising dan serba cepat.

Menurut Rektor, kebisingan saat ini tidak hanya berasal dari suara, tetapi juga dari banjir informasi, opini, serta tuntutan untuk selalu bereaksi cepat. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang tergoda untuk segera merespons dan mengambil kesimpulan tanpa pertimbangan matang.

“Setiap hari kita digoda untuk segera merespons, menyimpulkan, dan mengambil posisi, seolah kecepatan adalah tanda kecerdasan,” ujar Prof. Fathul Wahid di hadapan wisudawan Program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma.

Manusia si paling yakin

Ia mengingatkan bahwa manusia justru kerap keliru ketika merasa paling yakin. Kebijaksanaan, kata dia, tidak lahir dari reaksi spontan, melainkan dari kejernihan berpikir serta keberanian untuk melambat.

BACA JUGA  UII Dorong Kolaborasi Internasional Bangun Pariwisata Berkelanjutan

Menyitir pemikiran peraih Nobel Ekonomi Daniel Kahneman dalam buku Thinking, Fast and Slow, Rektor menjelaskan bahwa cara kerja pikiran manusia terbagi dalam dua sistem. Sistem pertama bekerja cepat, otomatis, dan emosional, namun rawan bias dan kesalahan. Sementara sistem kedua bekerja lebih lambat, analitis, dan membutuhkan usaha, tetapi menghasilkan penilaian yang lebih jernih.

“Masalahnya, dunia hari ini hampir selalu memaksa kita hidup dalam sistem pertama—cepat membaca judul, cepat menyimpulkan isi, dan cepat membagikan tanpa sempat memeriksa,” katanya.

Menjaga akal sehat, lanjut Rektor, berarti memberi ruang bagi sistem kedua untuk bekerja, yakni berani berhenti sejenak sebelum bereaksi, bertanya sebelum percaya, serta menimbang sebelum memutuskan. Salah satu jebakan terbesar manusia, menurut Kahneman, adalah overconfidence atau rasa percaya diri berlebihan terhadap penilaian sendiri.

BACA JUGA  15 Persen Lulusan Instiper sudah Bekerja Sebelum Wisuda

Wisudawan UII harus melatih nalar

Ia mencontohkan bagaimana dalam demokrasi, pilihan publik kerap dipengaruhi emosi sesaat atau yang disebut sebagai democracy of feelings. Keputusan sering kali lahir bukan dari penimbangan rasional, melainkan dari rasa takut, marah, atau bangga yang dibentuk oleh slogan dan simbol.

“Ketika emosi mengambil alih, kita merasa sudah memahami, padahal yang bekerja sering kali hanyalah ilusi pemahaman,” ujarnya.

Ilustrasi sederhana juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan klakson atau bahu jalan saat macet yang terasa solutif, tetapi justru kerap memperparah keadaan. Menurutnya, bereaksi cepat sering memberi kepuasan sesaat, namun tidak selalu membawa hasil yang lebih baik.

Kepada para wisudawan, Prof. Fathul Wahid menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah telah melatih logika dan nalar. Namun kehidupan akan menguji kemampuan untuk tetap jernih saat dunia terasa gaduh, tetap tenang di bawah tekanan, dan tetap berpegang pada nilai saat pilihan yang mudah justru menyesatkan.

BACA JUGA  UII Mulai Proses Pemilihan Rektor 2026-2030

“Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kejernihan akal menjadi kompas yang menuntun langkah. Masa depan bukan hanya milik mereka yang paling cepat bereaksi, tetapi milik mereka yang mampu berpikir jernih, bertindak bijak, dan tetap waras di tengah hiruk-pikuk zaman,” tuturnya.

Rektor juga mengingatkan bahwa keberhasilan wisudawan tidak lepas dari peran banyak pihak, mulai dari dosen, sahabat, hingga orang tua yang terus mendoakan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses studi terdapat hal-hal yang kurang berkenan. (AGT/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dimungkinkan terjadi pada Senin (5/10)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

  • October 5, 2026
Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

  • October 5, 2026
Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi

  • October 4, 2026
Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

  • October 4, 2026
Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus