
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat menangani penumpukan sampah di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan. Dalam waktu singkat, sebanyak 116 ton sampah berhasil diangkut pada Rabu (17/12).
Penanganan ini dilakukan setelah adanya laporan warga terkait tumpukan sampah yang menggunung hingga mendekati atap bangunan pasar. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat, mengganggu aktivitas pedagang dan masyarakat, serta berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, KLH/BPLH segera mengerahkan petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dan dinas pasar. Pengangkutan dilakukan sejak malam hari hingga pagi hari berikutnya.
“Kami merespons cepat aduan warga dengan memastikan pengangkutan sampah dan penataan lokasi berjalan. Ke depan, kami mendorong penguatan sistem penampungan dan pengawasan agar persoalan sampah di pasar dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” tegas Menteri Lingkungan Hidup, Hanif.
Sampah yang diangkut berasal dari aktivitas pasar dan timbulan masyarakat sekitar. Area yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah kini mulai dibersihkan secara bertahap.
Sebagai langkah lanjutan, KLH/BPLH melakukan pengerasan lokasi dan menyiapkan kontainer sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selain itu, arm roll (amrol) juga akan ditempatkan di area yang telah dibersihkan untuk memastikan sampah pasar tertangani dengan baik dan tidak kembali menumpuk.
KLH/BPLH juga meminta pembentukan satuan tugas (satgas) di titik-titik rawan pembuangan ilegal guna menjaga kebersihan pasar secara konsisten.
Sampah Pasar Cimanggis setinggi atap rumah
Diketahui, penumpukan sampah di Tangerang Selatan dipicu oleh penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang selama sekitar 10 hari akibat penataan dan normalisasi saluran air serta sungai yang tertutup sampah. Proses penataan tersebut diperkirakan berlangsung hingga satu bulan.
Sebagai solusi sementara, timbulan sampah dialihkan ke 54 TPS3R dengan kapasitas 99 ton per hari, serta dua TPST dengan kapasitas 14 ton per hari, sehingga layanan persampahan tetap berjalan.
KLH/BPLH menegaskan penanganan sampah di Pasar Cimanggis merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah perkotaan yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan serta lingkungan hidup masyarakat.
“Kami akan mengawal tindak lanjut di lapangan dan memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat,” pungkas Menteri Hanif. (*/S-01)








