Penanganan Sampah di Jabar Baru Capai 9,82 Persen

PROVINSI Jawa Barat (Jabar) masih menghadapi permasalahan sampah. Tercatat pada 2024 timbunan sampah di Jabar mencapai 6.153.346,94 ton per tahun atau sekitar 25.333 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, pengurangan sampah baru mencapai 604.407,63 ton per tahun atau 9,82 persen, sedangkan penanganan sampah sebesar 2.411.768,56 ton per tahun atau 39,19 persen.

“Pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari praktik open dumping dan controlled landfill yang belum optimal, TPA yang sebagian besar sudah overload, keterbatasan alat dan sarana angkut, serta ketergantungan pada TPA sebagai pengolahan akhir. Selain itu, sejumlah TPA belum dikelola sesuai ketentuan, termasuk penanganan lindi, gas metana dan zona penyangga,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hisup (DLH) Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih.

BACA JUGA  Sampah di Kota Bandung Diprediksi Naik 30 persen selama Nataru

Menurut Ai, komposisi sampah didominasi sisa makanan 40,6 persen, diikuti plastik 19,59 persen dan kertas 13,28 persen dengan sumber terbesar berasal dari rumah tangga 47,42 persen. Kondisi ini menjadi tantangan dalam mencapai target Jakstrada 2025, yakni 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan sampah.

Kelebihan kapasitas

Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) adalah dokumen resmi pemerintah daerah yang berisi rencana pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

“Sebagian besar tempat pembuangan akhir (TPA) telah mengalami kelebihan kapasitas, diperparah oleh keterbatasan alat dan armada angkut. Selain itu, banyak TPA belum memenuhi ketentuan teknis, seperti pengelolaan lindi, gas metana, serta zona penyangga,” tuturnya.

BACA JUGA  Erwan: Data Bocor di Dark Web Bukan Milik Pemprov Jabar

Selama ini kata Ai, pola yang dilakukan hanya memindahkan sampah dari rumah ke TPA. Ketika pengawasan diperketat dan TPA disegel, sampahnya tetap ada. Itu tidak menyelesaikan masalah. Penyelesaian persoalan sampah membutuhkan intervensi inovasi teknologi, bukan sekadar mengandalkan TPA sebagai solusi akhir.

Picu bencana

“Persoalan sampah juga telah memicu berbagai bencana, seperti longsor dan kebakaran akibat gas metana. Salah satu contoh adalah kondisi TPA Sarimukti yang telah beberapa kali mengalami longsor dan kebakaran karena kelebihan kapasitas. Kami saat ini tengah menjajaki kerja sama pemanfaatan gas metana dari TPA tersebut menjadi energi hidrogen,” tambahnya.

Ai melanjutkan, gas metana yang selama ini menjadi sumber kebakaran justru ingin dimanfaatkan. Saat ini DLH Jabar bekerja sama dengan Hyundai dan Pertamina, untuk penelitian pemanfaatan metana menjadi hidrogen, dengan target ke depan bisa dikomersialisasikan. Ia menilai pemanfaatan teknologi merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat diterapkan sebagai solusi dalam penanganan masalah. (Zahra/N-01)

BACA JUGA  DLH Kota Bandung Siapkan Layanan Angkut Sampah Besar Gratis

Dimitry Ramadan

Related Posts

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

YOGYAKARTA kembali menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya bagi tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah: Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process…

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

CUACA buruk terjadi di kota Bandung pada Sabtu (28/3) siang. Hujan yang disertai angin kencang membuat tiga papan reklame roboh dan menimpa empat unit mobil di Jalan Buahbatu. Menurut Kepala…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran