
DALAM rangka memperingati HUT mereka, RS Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus) menggelar operasi katarak gratis bagi 100 pasien. Dalam kegiatan itu mereka menggandeng PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Tengah.
Direktur RS Unimus, dr. M. Riza Setiawan, mengapresiasi kepercayaan Sido Muncul dan Perdami untuk pelaksanaan operasi katarak gratis perdana di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, RS Unimus menyiapkan ruang operasi dan tenaga medis pendukung, sementara kebutuhan tindakan ditangani oleh Perdami dan difasilitasi Sido Muncul. Riza menyebut edukasi masyarakat—khususnya di pedesaan—masih menjadi tantangan karena sebagian warga masih takut menjalani operasi.
75% Kebutaan Bisa Dicegah
Perwakilan Perdami Jawa Tengah, dr. Trilaksono Nugroho, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk menekan angka kebutaan di Indonesia.
“Angka kebutaan kita sekitar 3%, dan 75% disebabkan katarak. Artinya, menangani katarak berarti menyelesaikan sebagian besar masalah kesehatan mata,” ujarnya.
Perdami memprioritaskan pasien dengan gangguan penglihatan berat sesuai standar nasional dan internasional.
Sementara itu, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Hidup itu harus memberi manfaat. Semua sumber daya yang kami punya dipakai untuk sesuatu yang berharga—lingkungan, pariwisata, hingga katarak,” ujarnya.
Salah satu peserta, Sugeng (62), mengaku sangat terbantu oleh program ini.“Kalau operasi resmi bisa puluhan juta. Di sini gratis. Alhamdulillah saya dapat nomor urut sepuluh,” ujarnya. (Htm/N-01)







