
CUACA ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia serta bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat membuat Telkomsel area Jabodetabek-Jabar meningkatkan kesiagaan jaringan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor, Telkomsel memetakan tiga wilayah rawan di Jawa Barat, yakni Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur.
“Biasanya kami melakukan backup dari tiga daerah tersebut, termasuk menyiapkan tim serta kebutuhan peralatan,” ujar General Manager Region Network Operations and Productivity Jawa Barat Telkomsel, Danny Agus Triawan, Jumat (5/12).
Danny mencontohkan, saat terjadi bencana di wilayah Sumatra, Telkomsel mengirimkan peralatan pendukung dari Jabar dan Jabodetabek ke lokasi terdampak. “Yang menantang adalah suplai listrik PLN, sehingga genset kami harus selalu siaga,” katanya.
Untuk menghadapi lonjakan trafik data selama libur Nataru, terutama penggunaan layanan perpesanan seperti WhatsApp, serta aktivitas video streaming, media sosial, dan gim daring, Telkomsel Regional Jabar telah mengoptimalkan jaringan 4G dan 5G di 44 titik keramaian. Lokasinya meliputi pusat perbelanjaan, jalur mudik, bandara, pelabuhan, kawasan permukiman, hingga rumah ibadah.
“Jaringan 5G Telkomsel tetap tersedia di kota-kota prioritas, didukung lebih dari 172 BTS 5G hingga akhir 2025 dan diperkuat teknologi AI Autonomous Network,” lanjutnya.
General Manager Mobile Consumer Business Region Jabar Telkomsel, Anandoz Bangsawan, menambahkan bahwa Telkomsel memastikan pelanggan tetap mudah mengakses layanan selama masa libur.
“Seluruh tim kami siaga, memberikan pengalaman komunikasi yang nyaman bagi semua pelanggan,” ujarnya.
Hingga akhir 2025, Telkomsel mengoperasikan 172 BTS 5G di enam kota/kabupaten di Regional Jawa Barat. Selama Nataru, perusahaan juga menyiagakan 11 Posko Siaga monitoring jaringan serta 44 Points of Interest di titik-titik keramaian. (Rava/S-01)








