Wamenkes Tekankan Penguatan Pendidikan Nakes

WAKIL  Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Oktavianus (dr. Benny), menegaskan bahwa penguatan pendidikan tenaga kesehatan dan disiplin profesi merupakan fondasi utama peningkatan mutu layanan kesehatan nasional.

Hal ini disampaikan dalam The 1st National Forum of the Indonesian Health Council yang mempertemukan KKI, Kolegium Kesehatan Indonesia, Majelis Disiplin Profesi (MDP), serta pemangku kepentingan pendidikan dan kesehatan dari seluruh Indonesia.

Wamenkes menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat pemerataan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit di berbagai wilayah. Saat ini, dari 514 kabupaten/kota, baru 47% yang memiliki rumah sakit tipe C dengan tujuh layanan spesialis dasar. Karena itu, percepatan pendidikan tenaga kesehatan menjadi prioritas strategis.

BACA JUGA  Digitalisasi Perizinan Nakes, STR Berlaku Seumur Hidup

“Menciptakan dokter spesialis bukan proses sederhana. Kurikulum yang tepat dan pembinaan yang kuat sangat menentukan,” ujarnya, Rabu (26/11).

Ia menekankan pentingnya peran kolegium dalam menjaga mutu pendidikan, mulai dari penyusunan kurikulum hingga penetapan standar kompetensi. Saat ini terdapat 81 kolegium yang telah berfungsi, dan akan bertambah tiga lagi dalam waktu dekat.

Selain pendidikan, Wamenkes juga menyoroti urgensi penegakan disiplin profesi yang adil dan proporsional. Ia meminta Majelis Disiplin Profesi untuk tidak hanya memberikan sanksi, tetapi juga membangun sistem pembinaan.

“Disiplin profesi harus mengarah pada pembinaan, bukan semata hukuman. Kita ingin memastikan tenaga kesehatan terlindungi, dinilai secara adil, dan tetap mampu memberikan pelayanan berkualitas,” tegasnya.

BACA JUGA  Wamenkes dr. Beni Octavianus Fokus Percepat Eliminasi TBC

Ia mengapresiasi pembentukan cabang MDP di delapan provinsi yang dinilai mampu mempercepat penanganan kasus serta memperkuat pengawasan di daerah. Benny juga menekankan pentingnya komunikasi lintas lembaga yang cepat dan tanpa hambatan birokrasi untuk menyelesaikan persoalan pendidikan dan disiplin profesi secara lebih efektif.

Wamenkes menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa transformasi kesehatan hanya dapat berjalan jika tenaga kesehatan memiliki kompetensi tinggi, integritas kuat, dan lingkungan kerja yang mendukung. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

KEDEPUTIAN Bidang Penghimpunn Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

  • September 29, 2026
Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

  • September 29, 2026
I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik