Banjir Semarang Mulai Surut, Penanganan Tetap Berlanjut

BANJIR di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai surut. Jalan Pantura yang sempat tergenang kini sudah bisa dilalui berbagai jenis kendaraan.

Perkembangan itu merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta masyarakat. Meski begitu upaya penanganan tetap dilanjutkan hingga kondisi sepenuhnya pulih.

Hal itu ditunjukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang bersama Kepala BNPB Suharyanto meninjau Rumah Pompa Sringin dan Kolam Retensi Terboyo guna memastikan penanganan banjir berjalan optimal.

“Sejak banjir pertama terjadi, pemerintah langsung melakukan rapat koordinasi dan langkah penanganan terpadu. Situasi kini sudah jauh lebih baik, dan dalam dua hingga tiga hari ini jalan sudah keringi,” kata Suharyanto, Senin (3/11).

BACA JUGA  Aktivis Lintas Agama Jateng Tolak Kepengurusan FKUB

Pompanisasi

BNPB terus mengoptimalkan langkah jangka pendek melalui pompanisasi dan evakuasi warga terdampak, serta menyiagakan pompa-pompa air di berbagai titik. Untuk jangka menengah, dilakukan penambahan pompa, perbaikan drainase, dan pembuatan sodetan baru menuju Kolam Retensi Unissula dan Sungai Sayung. Sedangkan jangka panjang, pemerintah menargetkan penyelesaian sistem pengendalian banjir permanen pada 2026–2027.

“Progres proyek pengendalian banjir besar saat ini sudah mencapai 40 persen. Pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bersatu untuk memastikan Semarang lebih aman dari banjir besar ke depan,” ujar Suharyanto.

Selain itu, dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi hujan ekstrem. Dua pesawat disiagakan masing-masing di Bandara Ahmad Yani dan Adi Sumarmo guna melakukan penyemaian awan secara bergantian 24 jam.

BACA JUGA  Bupati Pati Sudewo Viral Setelah Nekat Naikkan PBB 250%

Pengendalian banjir

Gubernur Ahmad Luthfi menambahkan, Kolam Retensi Terboyo berperan penting dalam sistem pengendalian banjir di wilayah timur Semarang. Kolam seluas 189 hektare itu mampu menampung hingga 6,7 juta meter kubik air dan dilengkapi pompa besar berkapasitas 5.000 liter per detik per unit.

“Kerja kolaboratif ini memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan. Ini menjadi contoh bahwa dengan sinergi, penanganan bisa lebih cepat dan efektif,” ujar Luthfi.

Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bersama BNPB dan Kementerian PUPR juga terus menyiagakan 48 pompa air, posko logistik dan kesehatan, serta dapur umum bagi warga terdampak. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada, karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal 2026. (Htm/N-01)

BACA JUGA  Jawa Tengah Galakkan Rehabilitasi Mangrove di Pantura

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal

KECELAKAAN maut yang melibatkan mobil gran max dengan truk colt diesel di jalan arteri Jamanis, Tasikmalaya, menyebabkan 4 orang meninggal di lokasi kejadian dan di Rumah Sakit (RS) Hermina. Selain…

Sri Sultan Ajak Kajati Baru Ciptakan Koordinasi Terbaik

GUBERNUR DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Sri Kuncoro pada Selasa (19/08) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sebagai Kajati DIY yang baru, Kuncoro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

  • August 19, 2026
Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

  • August 19, 2026
Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

  • August 19, 2026
Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

  • August 18, 2026
Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

  • August 18, 2026
Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal

  • August 18, 2026
Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal