Akademisi UGM Serukan Evaluasi Program MBG

KALANGAN Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seruan itu disampaikan dalam acara bertajuk ‘Keracunan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Tata Kelola dan Akuntabilitas dalam Perspektif Hukum, Sosial, dan Ekonomi’ yang diselenggarakan Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM bersama Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, KAGAMA, dan Komunitas Sambatan Jogja (SONJO).

Dalam pertemuan ilmian secara daring itu para pakar menyoroti titik-titik kritis dalam pelaksanaan program yang memerlukan pengelolaan yang baik.

Direktur PKT UGM, Dr. dr. Citra Indriani, MPH., menegaskan akademisi lintas disiplin menekankan pentingnya memastikan niat baik program tersebut berjalan seiring dengan tata kelola yang kuat dan berkeadilan.

BACA JUGA  Drone Palapa S-1 Karya Prof Gesang untuk Patroli Karhutla

“MBG bukan hanya tentang nutrisi, tetapi bagaimana sistem bekerja, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga tanggung jawab ketika terjadi masalah,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima www.mimbarnusantara.com di Yogyakarta, Selasa (28/10).

Butuh mekanisme kompensasi

Dari aspek hukum imbuh pengajar Fakultas Hukum UGM Sri Wiyanti Eddyono, Ph.D., kebijakan MBG belum memiliki mekanisme pemulihan atau kompensasi yang jelas bagi korban keracunan pangan. Menurut dia kasus-kasus keracunan pangan semestinya dapat ditangani melalui mekanisme gugatan perdata maupun proses pidana bila ditemukan unsur kelalaian.

“Ganti rugi bisa diajukan secara perdata melalui gugatan class action,” jelasnya. Namun, bila kelalaian menimbulkan korban jiwa, maka harus diproses secara pidana tanpa menunggu laporan.

BACA JUGA  Eceng Gondok Berpotensi Jadi Obat Luka Diabetes Alami

Dari perspektif ekonomi, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Wisnu Setiadi Nugroho, menilai kasus keracunan pangan di Indonesia mencerminkan governance failure. Kegagalan tata kelola ini seharusnya dapat dihindari bila proses perencanaan dan pengawasan mencontoh praktik terbaik dari negara lain.

“Kita tidak perlu mengalami kesalahan yang sama. Banyak negara sudah punya contoh yang bisa dijadikan acuan sebelum program dijalankan secara nasional,” ungkapnya.

Pendekatan desentralisasi

Prof. Agus Sartono, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, menekankan program MBG perlu memprioritaskan wilayah tertinggal dan kantong-kantong kemiskinan, terutama di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, pendekatan desentralisasi dengan melibatkan sekolah, pesantren, dan masyarakat setempat akan lebih efektif dibanding model pengadaan terpusat yang rawan kebocoran.

BACA JUGA  Presiden Perlu Pertimbangkan Representasi Sipil untuk Posisi Menko Polhukam

“Untuk pesantren dan sekolah yang sudah punya dapur atau kantin, cukup salurkan dananya langsung agar mereka bisa mengelola sendiri,” jelasnya. Ia juga mengingatkan anggaran pendidikan tidak terlalu terserap untuk MBG hingga mengorbankan sektor lain seperti perbaikan infrastruktur sekolah dan peningkatan mutu pendidikan. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

DINAS Kesehatan Kota Bandung mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak guna menekan risiko penularan penyakit yang kini  mengalami peningkatan kasus. Pencegahan melalui imunisasi ini  menjadi kunci utama dalam melindungi anak-anak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak