
SALAH satu putra dalang senior almarhum Ki Anom Suroto, Ki Bagus Aji Pamungkas tak bisa membendung kesedihannya dengan kepergian sang ayah. Untuk itu ia berjanji akan meneruskan perjuangannya dengan menjaga marwah gaya pakeliran Anom Suroto.
“Titip yo Pras, tutuk no lakune bapak. Kudu ngati-ngati, tetap di jalur pakeliran gaya beliau. Walaupun akan di variasi tapi ojo ngasih ninggal paugran, itu dawuh yang saya terima,” ujar Ki Bagus Aji.
“Insya Allah, Insya Allah nanti saya akan meneruskan jejak beliau, seperti amanah beliau yang disampaikan ke saja,” lanjutnya.
Ki Baju Aji mengatakan Ki Anom terakhir mendalang di Sukoharjo bertiga dengan dirinya. “Bapak terakhir mendalang itu beberapa bulan yang lalu. Bertiga, Saya, bapak, sama Om Bagong di Sukoharjo,” ungkapnya.
Putra Ki Anom lainnya, Ki Jatmiko mengatakan ayahnya merupakan sosok luar biasa. Ia adalah guru dan babone dalang se-Indonesia.
“Itu satu-satunya beliau yang masih sugeng hingga terakhir ini. Setelah Pak Anom ini entahlah sudah tidak ada lagi soko gurunya dalang Indonesia,” ujarnya.
Seperti diberitakan, Ki Anom meninggal di RS Dr Oen Kandangsapi Kota Solo, pada Kamis (24/10/2025). Jenazahnya lalu dibawa ke Ndalem Kebon Seni Timasan Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. (*/N-01)







