
Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ari Sudijanto, turut aktif dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Persiapan COP30 (PreCOP30) yang digelar di Brasilia, Brazil.
Pertemuan tersebut bertujuan mendorong tercapainya kesepakatan dalam isu-isu utama menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30), termasuk penguatan upaya adaptasi global terhadap perubahan iklim, implementasi Agenda Just Transition, serta Global Stocktake.
Dalam pernyataannya, Ketua Delegasi RI menyampaikan dukungan Indonesia terhadap seruan Presiden Brasil untuk memperkuat kerja sama internasional melalui semangat “Global Mutirão”, yang menekankan pentingnya upaya kolektif antarnegara.
“Tradisi gotong royong yang dimiliki Indonesia sangat sejalan dengan Global Mutirão yang diusung Presidensi COP30 Brasil. Keduanya menekankan bagaimana solidaritas dan upaya bersama dapat menjadi kunci pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dari bawah ke atas,” ujar Ari Sudijanto.
Komitmen Indonesia Kurangi Emisi di PreCOP30
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberhasilan COP30, Indonesia menegaskan pentingnya pembaruan target pengurangan emisi melalui Nationally Determined Contributions (NDC) 3.0, yang sejalan dengan upaya menjaga pemanasan global di bawah 1,5°C.
Indonesia juga mendorong inovasi pendanaan iklim melalui IDXCarbon trading serta Mutual Recognition Agreement (MRA) untuk kredit karbon lintas batas.
Menjelang peringatan 10 tahun Perjanjian Paris, Indonesia mencatat kemajuan besar yang telah dicapai dalam penyelesaian Rule Book of the Paris Agreement pada COP29 di Baku, 2024. Namun, Indonesia juga mengingatkan masih adanya kesenjangan implementasi yang perlu diatasi agar tujuan perjanjian tersebut dapat tercapai secara nyata.
Pertemuan Bilateral dengan PBB
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Delegasi RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Aminah Mohammed, dan Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Simon Stiell, untuk membahas perkembangan submisi NDC 3.0 Indonesia.
Pihak PBB mengapresiasi komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi dan menilai kontribusi Indonesia sangat penting dalam Sintesis NDC Global yang akan diterbitkan pada 28 Oktober 2025.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan target pengurangan emisi yang sangat signifikan. Submisi NDC Indonesia akan memainkan peran penting dalam menjaga akurasi sintesis global pengurangan emisi sesuai tujuan 1,5°C dalam Perjanjian Paris,” kata Simon Stiell.
Perkuat Peran Indonesia di Forum Iklim Dunia
Melalui partisipasi aktif dalam PreCOP30, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama global, memperluas solusi berbasis komunitas, dan mempercepat inovasi dalam pembiayaan iklim.
Sebagai negara dengan kontribusi besar terhadap pengurangan emisi global, Indonesia siap memainkan peran strategis dalam mewujudkan tujuan COP30 demi masa depan bumi yang lebih berkelanjutan. (*/S-01)







