Kemenkes Bangun 15 RS DTPK dengan Layanan Spesialis Dasar”

PEMERINTAH terus memperkuat layanan kesehatan di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas rumah sakit di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, dalam acara temu media membahas program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Jumat (17/10).

Menurut Azhar, sebanyak 15 rumah sakit di wilayah DTPK telah rampung dibangun dan siap beroperasi, dengan fokus pada penyediaan layanan spesialistik dasar.

“Kita berusaha memecahkan masalah kesehatan di daerah DTPK secara komprehensif. Kelima belas rumah sakit itu akan dilengkapi dengan minimal tujuh spesialis dasar, dan pemetaan kebutuhan SDM-nya sudah disusun,” ujarnya.

Tujuh spesialis dasar tersebut mencakup penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan, anestesi, patologi klinik, dan radiologi.
Pemenuhan tenaga spesialis dilakukan bertahap, termasuk melalui program pendidikan dan pelatihan di luar negeri.

BACA JUGA  Daftar Penyakit Cek Kesehatan Gratis Berdasarkan Umur

“Saat ini sudah ada beberapa tenaga yang dikirim ke China dan Jepang untuk mengikuti pelatihan intervensi jantung dan neuro intervensi. Jadi SDM-nya kita siapkan bersamaan dengan pembangunan fasilitasnya,” tambahnya.

15 RS DTPK dipastikan tersedia alat kesehatan moderen

Selain menyiapkan SDM, Kementerian Kesehatan juga memastikan ketersediaan alat kesehatan mutakhir di seluruh rumah sakit tersebut.

“Untuk alatnya sudah kita tender, termasuk peralatan intervensi dan penunjang lainnya. Targetnya, seluruh 15 rumah sakit ini bisa beroperasi sebagai Rumah Sakit Madya dengan standar pelayanan lengkap, sehingga pasien di daerah tidak perlu lagi dirujuk ke provinsi,” kata Azhar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah juga tengah melakukan reformasi pembiayaan rumah sakit, khususnya yang terkait dengan layanan BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.

BACA JUGA  Kemenkes Percepat Pemulihan RSUD di Aceh–Sumut–Sumbar

Saat ini, sistem pembayaran masih berbasis case mix melalui INA-CBGs, namun pemerintah menyiapkan transisi menuju INA-DRG (Indonesia Diagnosis Related Group) yang dinilai lebih adil dan proporsional.

“Dengan sistem INA-DRG, pembayaran akan dihitung berdasarkan kompleksitas kasus dan kompetensi rumah sakit, sehingga pembiayaan lebih berimbang,” jelasnya.

Azhar menambahkan, penerapan sistem baru ini diharapkan dapat mendorong kemandirian dan keberlanjutan rumah sakit di daerah.

“Kalau struktur pembiayaan sudah lebih berimbang, subsidi bisa berkurang, dan rumah sakit bisa tumbuh sehat tanpa mengorbankan akses masyarakat terhadap layanan berkualitas,” pungkasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Kemenkes Luncurkan Program Skrining Kesehatan Mata Nasional

Siswantini Suryandari

Related Posts

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

BALAI Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur mencanangkan gerakan bebas penggunaan botol plastik di lingkungan kerjanya. Deklarasi kepedulian lingkungan tersebut dipimpin langsung Plt Kepala BKHIT Jawa Timur, Hudiansyah…

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

DEWAN Kehormatan Daerah (DKD) Garda Prabowo Jawa Timur mengapresiasi keberhasilan Ketua DKC Garda Prabowo Kabupaten Madiun Eko Hadi Susilo. Eko berhasil menuntaskan ‘Jalan Patriot’ sejauh kurang lebih 620 kilometer dari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

  • August 14, 2026
Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

  • August 14, 2026
Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

  • August 13, 2026
Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk Jadi Arsitek Belanda

  • August 13, 2026
Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk  Jadi Arsitek  Belanda

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

  • August 13, 2026
BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

  • August 13, 2026
DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo