
INJOURNEY Destination Management (IDM) melalui anak usahanya, PT Taman Wisata Borobudur (PT TWB) membuka kesempatan bagi wisatawan yang ingin menikmati matahari terbit (sunrise) dari puncak Candi Borobudur.
Kesempatan ini terbuka setiap hari dan wisatawan bisa mulai masuk kawasan Candi Borobudur pada pukul 04.00 WIB melalui pintu 7.
Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan di Yogyakarta, mengemukakan pembukaan akses Borobudur Sunrise dan kunjungan naik candi harian ini merupakan respons atas tingginya antusiasme wisatawan secara global.
“Memang program yang masih dalam tahap uji coba akan terus dievaluasi secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak,” katanya Sabtu (18/10/2025).
Perlengkapan khusus

Ia menegaskan Borobudur Sunrise diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman berkunjung. yang penuh makna di warisan budaya dunia Candi Borobudur.
“Pengunjung menerima sejumlah perlengkapan khusus, antara lain senter, upanat (sandal khusus), pemandu wisata, souvenir, dan voucher sarapan,” katanya.
Pukul 05.00 WIB, imbuhnya, wisatawan menikmati panorama sunrise dari lantai 9 Candi Borobudur. Setelahnya, pengunjung diajak untuk menikmati sarapan pagi di Bukit Dagi.
Hidangan otentik lokal nan nikmat sambil menikmati pemandangan Candi Borobudur dan jajaran bukit Menoreh di kejauhan, menjadi sajian pagi yang tak terlupakan.
“Borobudur Sunrise yang telah menjadi daya tarik global dihadirkan melalui serangkaian kajian dan penyusunan rencana kunjungan yang lebih terstruktur, pengalaman ini dihidupkan kembali secara bertahap dengan kuota terbatas dan pengawasan ketat, guna memastikan keberlanjutan dan kelestarian struktur candi,” lanjutnya.
Gerakan ekonomi lokal
Program ini kata Intan diharapkan bisa menggerakkan ekonomi lokal berbasis budaya. Melalui konektivitas layanan berbasis lokal, yang didukung dengan ekosistem UMKM di sekitar, wisata sunrise ini menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Borobudur.
“Kami mencoba membangkitkan Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata yang brandingnya kuat. Kami membuka akses bagi pelajar itu tidak hanya hari Senin, tapi setiap hari.”
“Ini kami harap bisa mendorong peningkatan wisatawan dari kalangan pelajar, supaya bisa seperti dulu lagi. Karena pelajar ini adalah pangsa pasar besar yang berpotensi bagi pelaku UMKM di Kampung Seni Borobudur,” jelasnya. (AGT/N-01)







