Demo Rusuh Jateng, Disinformasi Jadi Biang Kerok

GELOMBANG unjuk rasa yang melanda berbagai daerah di Jawa Tengah pada Agustus 2025 menyisakan catatan serius. Aksi yang berawal dari keresahan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, berujung pada kerusuhan dan perusakan fasilitas umum.

Syifaul Arifin dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menilai, disinformasi menjadi faktor utama yang memperkeruh situasi di lapangan. Banyak konten lama diunggah ulang dengan narasi baru yang provokatif, bahkan muncul video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

“Banyak konten dimanipulasi dan diunggah ulang untuk memanaskan suasana. Itu turut memperparah kericuhan,” ujarnya dalam diskusi publik bertema “Demo Rusuh atau Perusuh Demo?” di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (9/10).

Menurut Syifaul, di tengah kekecewaan publik terhadap isu sosial-ekonomi seperti kenaikan pajak dan tunjangan DPR, kabar bohong mudah memicu emosi massa. Ia juga menyoroti media arus utama yang sering mengulang narasi “demo ditunggangi kelompok tertentu” tanpa analisis mendalam.

BACA JUGA  Polda Jateng Bongkar Praktik Judi Online di Warnet Kendal

Syerli, pelajar SMA Kaliwungu yang hadir dalam diskusi, menilai kritik publik seharusnya dijawab dengan dialog, bukan kekerasan. “Sekarang ini no viral no justice, jadi pemerintah harus cepat merespons sebelum semuanya meledak di jalan,” ujarnya.

Fenomena banyaknya pelajar yang ikut turun ke jalan dinilai sebagai dampak derasnya arus informasi tanpa kontrol di media sosial. Pengamat sosial Universitas Bhayangkara, T. Supriyadi, menyebut media sosial kini menjadi “arena tanpa pagar” yang rawan provokasi.

“Emosi massa mudah tersulut, apalagi di tengah ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah,” katanya. Ia menegaskan, keterlibatan pelajar dalam demo menjadi bukti lemahnya literasi digital di masyarakat.

Disinformasi dan literasi digital

Dari pihak kepolisian, Kabag Wasidik Direskrimsus Polda Jateng AKBP Prawoko menyatakan bahwa penanganan aksi dilakukan secara bertahap sesuai eskalasi di lapangan. “Awalnya tertib, tapi ketika terjadi pelemparan dan pembakaran, aparat harus bertindak,” tegasnya. Polisi juga masih menelusuri keberadaan penyusup yang diduga memprovokasi massa.

BACA JUGA  Operasi Zebra Candi 2024 di Jawa Tengah Digelar 14 Hari

Diskusi yang digelar Forum Wartawan Peliput Jawa Tengah (FWPJT) bekerja sama dengan Bank Jateng dan Pemprov Jateng itu menghasilkan kesimpulan: penanganan demonstrasi tak cukup dengan pendekatan keamanan. Literasi digital, kecepatan respon pemerintah, dan etika bermedia menjadi kunci mencegah aksi serupa terulang.

Masyarakat kini hidup di era “klik cepat, emosi cepat.” Tanpa kemampuan memilah informasi dan ruang dialog yang terbuka, potensi rusuh sosial bisa muncul kapan saja dari satu unggahan viral. (Htm/S-01)

BACA JUGA  Polda Jateng Intensifkan Pengamanan Objek Wisata

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Jawa Timur bersama 36 kabupaten/kota se-Jatim, Senin (30/3). Sebelumnya, Kota Surabaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 Adisutjipto Terjadi Lonjakan Penumpang

  • April 1, 2026
Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 Adisutjipto Terjadi Lonjakan Penumpang

Dibungkam Bosnia-Herzegovina, Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia

  • April 1, 2026
Dibungkam Bosnia-Herzegovina, Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata