Regimen Baru hingga MOOC, Strategi Percepat Eliminasi TBC RO

WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanggulangan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO). Pada 2024 tercatat lebih dari 12 ribu kasus, namun hanya sebagian yang menjalani pengobatan, dengan tingkat keberhasilan baru 59%.

Hal itu ia sampaikan dalam peluncuran Universal Platform for Skill Improvement in Learning for New TB Regimens (Upskill TB) Indonesia di Jakarta, Kamis (2/10).

Menurut Prof. Dante, tata laksana TBC RO masih menjadi beban berat karena pengobatan kompleks, memakan waktu lama, dan membutuhkan sumber daya besar. Kehadiran regimen baru seperti BPaL/M dengan durasi terapi enam bulan dan jumlah obat lebih sedikit disebutnya sebagai terobosan penting. Meski begitu, ketersediaan obat saja tidak cukup.

BACA JUGA  Indonesia Pimpin Perlawanan Global Terhadap AMR

“Keberhasilan pengendalian TBC RO sangat ditentukan oleh kesiapan tenaga kesehatan. Dokter, perawat, dan tenaga farmasi harus dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk mendiagnosis, mengobati, dan mendampingi pasien hingga akhir terapi,” tegasnya.

Untuk itu, transformasi kesehatan kini juga mencakup penguatan kapasitas tenaga medis melalui pembelajaran daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC). Platform Upskill TB yang dikembangkan Yayasan RPRI dinilai mampu menghadirkan pembelajaran lebih fleksibel, terjangkau, dan menjangkau hingga daerah terpencil.

“Platform ini diharapkan memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan pengendalian TBC RO berjalan lebih efektif dan merata di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Dante.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan kolaborasi lintas sektor. “Harapan kita bersama, Platform Upskill TB dapat dimanfaatkan seluas-luasnya sehingga penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan TBC RO terus meningkat. Mari jadikan inovasi, komitmen, dan kolaborasi sebagai kekuatan untuk percepatan Indonesia bebas TBC,” pungkasnya.

BACA JUGA  Indonesia Pimpin Perlawanan Global Terhadap AMR

Peluncuran platform ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem pembelajaran digital bidang kesehatan sekaligus mendukung target eliminasi TBC pada 2030. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Rektor UAD Ingatkan Keberhasilan Lulusan Adalah Manfaat Bagi Orang lain

UNIVERSITAS Ahmad Dahlan Yogyakarta, menggelar wisuda di Gedung JEC, Janti Bantul pada Sabtu. Sebanyak 1.853 lulusan Program Sarjana (S1),  11 lulusan Program Sarjana Terapan (D4), 263 lulusan Program Magister (S2)…

Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memastikan anak-anak yang terdampak penggeledahan di dua lokasi yang diklaim sebagai pondok pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar mendapatkan pendampingan psikologis. Pemprov Jateng akan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

  • November 1, 2026
Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

  • November 1, 2026
Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang  Oktober

Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

  • November 1, 2026
Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves

  • November 1, 2026
Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Beri 690 Teguran pada Pengendara

  • November 1, 2026
Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Beri 690 Teguran pada Pengendara

Gol Marukawa Paksa Persija Bertekuk Lutut dari Dewa United

  • October 31, 2026
Gol Marukawa Paksa Persija Bertekuk Lutut dari Dewa United