Tim Dosen UNY Bantu Kembangkan Tiga Desa di Gunungkidul

KAWASAN karstkarst Gunungkidul selalu menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan air, pertanian, dan keberlanjutan ekonomi lokal. Karenanya UNY bersama masyarakat melakukan pemetaan potensi dan sumber daya wilayah guna merancang strategi ketahanan yang berkelanjutan.

Para dosen Universitas Negeri Yogyakarta yang meraih program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat di bawah pimpinan Anik Widiastuti berhasil memetakan potensi sejumlah desa di Gunungkidul.

Dari ungkap potensi itu selanjutnya dapat dijadikan pijakan bagi pembangunan desa berbasis potensi lokal. Anik Widiastuti mengatakan tim UNY, selain melibatkan sejumlah dosen, juga sejumlah mahasiswa.

“Dalam rangka pelaksanaan program TERA Semesta Saintek, kami berhasil memetakan potensi wilayah Siyono, Rongkop dan Petir, di Kabupaten Gunungkidul dengan partisipasi warga setempat. Dari hasil pemetaan yang diperoleh akan ditindaklanjuti dengan berbagai program lanjutan yang meliputi aspek ketahanan air, ketahanan agraria, dan ketahanan autonomi desa yang kami sebut ketahanan Triple-A,” kata Anik, Jumat.

BACA JUGA  Jabar Kendalikan Hama Antisipasi Gagal Panen Musim Kemarau

Tadah hujan

Dok.Ist

Anik juga membeberkan, kawasan tersebut juga berhasil mengembangkan pertanian ladang dan perkebunan. Pertanian dan perkebunan itu, jelasnya menghasilan berbagai komoditi.

Beberapa komidi itu yakni singkong, ubi jalar, jagung, kedelai, kacang gude, kacang tanah, benguk, koro, kecipir, kacang panjang, buah-buahan seperti jambu, jeruk bali, pisang, mangga, nanas, kelapa, serta beberapa tanaman apotik hidup temu lawak, temu ireng, kunyit, ekncur, jahe, lengkuas, serai, remujung, binahong yang dapat tumbuh di daerah Siyono B dengan tanah Karst.

Anik membenarkan untuk mengembangkan pertanian dan perkebunan di kawasan tersebut tidaklah mudah, mengingat adanya keterbatasan air. Dikatakan, masyarakat mengandalkan sumber air dari PDAM dan air hujan.

BACA JUGA  BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem 11-13 Agustus

“Memang masyarakat sudah berupaya keras untuk melakukan penghijauan dengan tanaman beringin, klumpit, randu alas, bulu dan pule dengan harapan ke depan dapat memunculkan sumber-sumber air.
Penghijauan itu dilakukan di Dusun Siyono, Dagang Mati, Petir, dan Ngurak-Urak.

Pohon khas

Melihat kondisi itu, ujarnya, ke depan akan ditanam pula pohon-pohon yang khas di kawasan karst yang diharapkan akan mendukung ketahanan air di kalangan masyarakat.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan warga dengan melihat potensi kawasan, ujarnya, masyarakat akan diajak untuk bisa membuat inovasi produk olahan turunan agrarian.

“Kami akan bantu warga agar dapat meningkatkan serta mengembangkan produksi mocaf dan brownies mocaf. Karena produksi singkong cukup melimpah,” katanya. Anik menambahkan, brownies mocaf akan dikembangkan agar meniadi produk khas dari kawasan tersebut. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Irjen Pol Ahmad Luthfi Sebut Desa Sebagai Alat Pembangunan Nasional yang Harus Diperkuat

Dimitry Ramadan

Related Posts

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

SENSUS Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian. Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, hasil sensus yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali itu memiliki nilai yang…

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) bersama Persatuan Islam (Persis) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan School of Syariah (SoS) dan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket ke Babak 32 Besar

  • June 19, 2026
Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket  ke  Babak 32 Besar

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

  • June 19, 2026
Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

  • June 19, 2026
UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

  • June 19, 2026
Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

  • June 19, 2026
OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

Sambut HUT Bhayangkara, Polresta Sidoarjo Bagikan Sembako dan Air Bersih

  • June 18, 2026
Sambut HUT Bhayangkara, Polresta Sidoarjo Bagikan Sembako dan Air Bersih