Penerima Bansos Terindikasi Judol Bisa Aktifkan Kembali Akun

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) memberikan kesempatan bagi penerima manfaat bantuan sosial (bansos) yang terindikasi judi online (judol) untuk melakukan reaktivasi akun atau rekening bantuan yang sebelumnya dinonaktifkan. Dari sekitar 30 juta penerima bansos, diperkirakan 600 ribu di antaranya terindikasi terlibat judol.

“Bagi yang memang benar-benar membutuhkan bansos, kita beri kesempatan sekali lagi. Mereka yang terindikasi judol dapat kembali mengakses bantuan dengan melakukan reaktivasi,” kata Menteri Sosial Saiffulah Yusuf usai menghadiri wisuda sarjana dan magister terapan Polteksos di Kota Bandung, Kamis (25/9).

Proses reaktivasi, lanjutnya, dapat dilakukan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG), perangkat desa atau kelurahan, pendamping Kemensos, maupun aplikasi yang telah disediakan.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Lantik Gus Ipul Jadi Mensos

Saat ini Kemensos juga tengah melakukan pemutakhiran data penerima manfaat. Dari 12 juta data yang diverifikasi, sebanyak 1,9 juta dinyatakan tidak lagi berhak menerima bansos. “Tentu yang melanggar ketentuan tidak akan memperoleh bansos lagi,” tegas Saiffulah.

Selain itu, Kemensos bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sedang menyiapkan sistem digitalisasi penyaluran bansos. Aplikasi ini akan memungkinkan masyarakat memberi usulan maupun sanggahan terhadap penerima bansos yang dianggap tidak tepat sasaran.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung telah mencoret 1.207 penerima bansos dari total 15.759 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena terindikasi judol. Data tersebut dihimpun oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

BACA JUGA  Kepolisian Gandeng 8 Pimpinan Gereja Berantas Narkoba

“Nama-nama penerima bansos yang terdeteksi judol sudah disampaikan pemerintah pusat kepada kami, dan kami wajib menindaklanjutinya,” kata Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Indeks Ketimpangan Gender Daerah Istimewa Yogyakarta Turun di 2025

BADAN Pusat Statistik DIY mengungkapkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi DIY pad 2025 sebesar 0,153, turun 0,010 poin dibandingkan 2024 (0,163). IKG merupakan indikator yang mengukur ketimpangan antara laki-laki dan…

Mahasiswa UNY Hadirkan Terobosan Kuliner di Leafestiva 2026

APA jadinya jika daun yang selama ini kerap dipandang sebagai pelengkap dapur, naik kelas menjadi bahan utama berbagai sajian kreatif? Hal itulah yang terlihat dalam Leafestiva 2026 yang digelar oleh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wabup Sleman Jamin Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban saat Iduladha

  • May 5, 2026
Wabup Sleman Jamin Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban saat Iduladha

Indeks Ketimpangan Gender Daerah Istimewa Yogyakarta Turun di 2025

  • May 5, 2026
Indeks Ketimpangan Gender Daerah Istimewa Yogyakarta Turun di 2025

Mahasiswa UNY Hadirkan Terobosan Kuliner di Leafestiva 2026

  • May 5, 2026
Mahasiswa UNY Hadirkan Terobosan Kuliner di Leafestiva 2026

Terlibat Suap,Tiga Kades di Kediri Divonis Hingga 7 Tahun Penjara

  • May 5, 2026
Terlibat Suap,Tiga Kades di Kediri Divonis Hingga 7 Tahun Penjara

Jumlah Antrean Daftar Tunggu Haji di Sidoarjo Tertinggi Capai 85.164 Jemaah

  • May 5, 2026
Jumlah Antrean Daftar Tunggu Haji di Sidoarjo Tertinggi Capai 85.164 Jemaah

Atasi Penyakit Embun Tepung pada Melon dengan UVB, Putri Lulus S2 UGM dengan IPK 4.00

  • May 5, 2026
Atasi Penyakit Embun Tepung pada Melon dengan UVB, Putri Lulus S2 UGM dengan IPK 4.00