Mahasiswa UNY Ubah Jerami Jadi Briket Ramah Lingkungan

JERAMI selama ini kerap dianggap limbah pertanian ternyata bisa diolah menjadi briket, bahan bakar rumah tangga yang murah dan ramah lingkungan. Inovasi itu dikenalkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dukuh Praon, Kalurahan Pulutan, Wonosari, Gunungkidul.

Sepuluh mahasiswa KKN UNY mengajak warga setempat memanfaatkan jerami menjadi arang briket. Ketua KKN, Muhammad Izzudin Al Azzam, menjelaskan tujuan program ini untuk memberi nilai tambah pada jerami sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif.

“Briket jerami bisa menjadi solusi mengurangi ketergantungan masyarakat pada kayu bakar maupun gas elpiji yang harganya kerap fluktuatif,” ujarnya, Kamis (18/9).

Proses pembuatan briket dipandu oleh Destri Amalia Widodo dan Rifka Yunanda, mulai dari pengeringan jerami, karbonisasi hingga menghasilkan arang, penumbukan menjadi bubuk halus, lalu dicampur dengan perekat tepung tapioka. Adonan kemudian dicetak, dijemur, dan siap digunakan.

BACA JUGA  Bangun Kemandirian, UNY Resmikan Kampung Emas Iroyudan

Menurut Rifka, briket jerami memiliki sejumlah keunggulan dibanding arang biasa. “Panasnya lebih stabil, asap lebih sedikit, tidak berbau, lebih bersih, tahan lama, dan mudah disimpan,” jelasnya.

Pelatihan ini mendapat sambutan antusias warga. Mereka terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga mencoba hasil briket untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga. Beberapa warga bahkan menilai produksi briket berpotensi dikembangkan sebagai usaha kecil yang bisa menambah penghasilan.

Mahasiswa KKN berharap keterampilan ini dapat terus dilanjutkan masyarakat sehingga jerami tidak hanya bermanfaat sebagai energi alternatif, tetapi juga bernilai ekonomi.

Program sederhana namun aplikatif ini diharapkan mendukung terwujudnya desa mandiri energi berbasis potensi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mengatasi persoalan limbah pertanian. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Mahasiswa Tata Rias UNY Gelar Acara Rias Fantasi Astaversa

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dompet Dhuafa Bantu Renovasi 4 Sarana Sanitasi di RTQ Ali Imron Bogor

DALAM upaya menciptakan lingkungan belajar Al-Qur’an yang bersih, aman, dan kondusif bagi masyarakat, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa menyalurkan Dana Aksi Kebaikan untuk pembangunan dan renovasi 4 unit sarana sanitasi di…

Tim KKN UGM Bersama Masyarakat Inisasi Filter Atasi Krisis Air Musim Kemarau

BAGI masyarakat Dusun Deles, Desa Jogonayan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, air bukanlah sesuatu yang langka atau sulit dicari. Jaringan air pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) telah mengalir…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

  • August 11, 2026
Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

  • August 11, 2026
Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

  • August 11, 2026
Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

  • August 11, 2026
111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia