Kota Bandung Kehilangan 800 Ribu Wisatawan Mancanegara

KOTA Bandung kehilangan sekitar 800.000 wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahun akibat ditutupnya penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara. Hal ini dinilai menjadi salah satu penghambat majunya sektor pariwisata.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kondisi itu sebagai opportunity cost yang besar. “Setiap tahun kita kehilangan 800 ribu wisatawan asing akibat Husein tidak menerima penerbangan internasional. Saya akan terus memperjuangkan agar Husein dibuka kembali,” kata Farhan dalam podcast perdana Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, bertema Bersatu Memajukan Pariwisata Kota Bandung.

Menurutnya, aksesibilitas menjadi kunci daya tarik utama pariwisata Bandung. Bandara Husein dianggap strategis karena dekat dengan pusat kota, berbeda dengan Bandara Kertajati yang memakan waktu dan biaya lebih besar bagi wisatawan.

BACA JUGA  BAACN Bandung Diluncurkan, Peran Diplomasi Perkotaan

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung juga gencar menggelar berbagai event untuk menjaga tingkat kunjungan wisatawan. Data menunjukkan lonjakan kunjungan pada triwulan II 2025 setelah sejumlah acara digelar pasca-Lebaran. “Setiap event bisa mendatangkan ribuan wisatawan. Sekitar 70% dari luar Bandung dan 40% di antaranya menginap. Itu artinya perputaran ekonomi besar,” jelasnya.

Ketua BPD PHRI Jabar, Dodi Ahmad Sofiandi, menuturkan tingkat hunian hotel di Bandung saat ini masih lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat. Okupansi di Bandung rata-rata 50%, hotel bintang 4–5 di pusat kota bisa mencapai 60–65%, sementara di pinggiran hanya 30–40%. Adapun rata-rata Jabar 41%.

“Meski okupansi relatif stabil, dari sisi pendapatan hotel belum sepenuhnya pulih. Sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) masih belum maksimal pasca-pandemi,” ujarnya.

BACA JUGA  KAI Wisata Hadirkan Perjalanan Wisata Bersejarah

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Arief Bonafianto, menyebut PHRI bersama pelaku usaha aktif mendukung berbagai acara dengan memberi diskon khusus agar lebih menarik wisatawan. Namun ia berharap ada dukungan kebijakan dan anggaran lebih besar dari pemerintah.

“Event besar jelas mendatangkan wisatawan, tapi tanpa dukungan anggaran yang memadai, promosi pariwisata tidak bisa maksimal,” katanya. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Pemkot Bandung yang dinilai cukup aktif menggelar kegiatan untuk mendongkrak pariwisata. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Bandung Kota Pertama di Indonesia Luncurkan COE 2025

Siswantini Suryandari

Related Posts

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah SN, 38, warga negara India yang ditemukan tewas di ruang detensi Kantor…

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

PERSONEL Patroli Jago Presisi Satuan Samapta Polres Cianjur, Jawa Barat, membantu seorang perempuan yang mengalami kontraksi karena hendak melahirkan. Ibu rumah tangga itu kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sebagian Wilayah RI Diprediksi Diguyur Hujan Hari ini

  • May 16, 2026
Sebagian Wilayah RI Diprediksi Diguyur Hujan Hari ini

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam