Fujian Case Ubah Peta Investasi Singapura

SKANDAL  pencucian uang terbesar dalam sejarah Singapura, yang dikenal dengan sebutan Fujian Case, mulai menimbulkan dampak nyata terhadap aliran investasi dan pergerakan orang kaya asal Tiongkok di negeri tersebut.

Berdasarkan laporan sejumlah firma hukum dan konsultan keuangan, sejak kasus ini mencuat, jumlah aplikasi dari klien Tiongkok untuk mendirikan family office maupun mengajukan izin tinggal di Singapura turun hingga 50 persen. Proses persetujuan pun menjadi semakin ketat, dengan pemeriksaan latar belakang yang diperluas.

Selain itu, minat orang kaya Tiongkok untuk membeli properti mewah di Singapura ikut menurun. Data Juwai IQI menunjukkan bahwa pasar rumah mewah bernilai lebih dari USD 5 juta kini lebih banyak dialihkan ke destinasi lain, seperti Thailand dan Australia.

BACA JUGA  Trump Janji akan Berhubungan Baik dengan Rusia dan Tiongkok jika Menang Pilpres

Tak sedikit pula keluarga kaya asal Tiongkok yang mengalihkan perhatian ke Hong Kong. Regulasi yang relatif lebih longgar membuat wilayah tersebut dipandang sebagai alternatif atau cadangan dari Singapura.

Di sisi lain, lembaga keuangan di Singapura memperketat kebijakan anti-pencucian uang (AML) dan prosedur kenali nasabah (KYC). Beberapa bank bahkan memperlambat atau menolak aplikasi baru dari klien Tiongkok terkait aset besar. Meski demikian, sejumlah bank besar seperti DBS masih berupaya mempertahankan pasar Tiongkok, namun dengan pendekatan yang lebih selektif.

Hingga kini, belum terlihat adanya “eksodus massal” dalam arti perpindahan fisik besar-besaran orang kaya Tiongkok dari Singapura. Namun, jelas terlihat adanya pergeseran investasi, preferensi properti, dan strategi pengelolaan aset yang lebih berhati-hati setelah Fujian Case.

BACA JUGA  Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

Fenomena ini menunjukkan bahwa Singapura menghadapi tantangan besar: bagaimana menjaga reputasinya sebagai pusat keuangan global yang bersih dan terpercaya, tanpa kehilangan daya tarik bagi investor asing, khususnya dari Tiongkok.

Fujian Case skandal pencucian uang di Singapura

Fujian Case, skandal pencucian uang terbesar dalam sejarah negeri itu. Kasus ini melibatkan jaringan warga kelahiran Fujian, Tiongkok, yang memanfaatkan paspor ganda, properti mewah, hingga rekening bank untuk menyamarkan dana hasil kejahatan.

Operasi besar-besaran pada Agustus 2023 berhasil menangkap 10 orang, sementara 17 lainnya masih buron. Polisi Singapura menyita dan membekukan aset senilai lebih dari S$3 miliar atau sekitar Rp35 triliun, berupa rumah mewah, mobil, barang berharga, hingga akun bank dan aset kripto.

BACA JUGA  Agensi Jun Ji-hyun Klarifikasi Pembatalan Iklan di Tiongkok

Sejumlah terdakwa telah dijatuhi hukuman, di antaranya Su Wenqiang yang dipenjara 13 bulan dan Su Jianfeng dengan hukuman 17 bulan, setelah terbukti mencuci dana judi daring ilegal dengan dokumen palsu.

Monetary Authority of Singapore (MAS) juga menjatuhkan denda hampir S$27,5 juta kepada sembilan institusi keuangan yang lalai dalam menjalankan prosedur anti pencucian uang. (S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Antusiasme suporter Indonesia untuk menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 membludak. Panitia penyelenggara mengonfirmasi sebanyak 67 ribu tiket pertandingan final Indonesia melawan Thailand telah terjual habis atau sold out. Partai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan