
KORBAN meninggal banjir Bali terus bertambah. Hingga Kamis (11/9) malam mencapai 16 orang, dan satu orang masih dinyatakan hilang.
Dari laporan BNPB, rincian korban meninggal banjir Bali meliputi 10 orang di Kota Denpasar, dua orang di Kabupaten Jembrana, tiga orang di Kabupaten Gianyar dan satu orang di Kabupaten Badung.
Sedangkan jumlah pengungsi yang berada di pos pengungsian berjumlah 562 warga.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan rinciannya 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar.
“Fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara,” kata Abdul Muhari, Kamis (11/9).
Petugas gabungan masih melakukan upaya tanggap darurat seperti pencarian korban dan pengendalian banjir dan longsor yang berdampak kepada masyarakat.
BNPB memberikan bantuan berupa selimut 200 lembar, matras 200 lembar, sembako 300 paket, tenda keluarga 50 unit dan tenda pengungsi 2 unit.
Abdul Muhari menyampaikan bahwa saat ini banjir mulai surut, namun proses pencarian warga hilang masih dilakukan.
Masyarakat terdampak banjir sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur dan material yang hanyut dibawa banjir.
Banjir diawali dengan hujan intensitas tinggi dan dipengaruhi gelombang ekuatorial Rossby lebih dari 24 jam sejak Selasa (9/10) pagi. (*/S-01)









