OHCHR Desak Investigasi Kekerasan Aparat di Nepal

KANTOR Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan dan luka yang dialami demonstran dalam aksi protes di Nepal, Rabu (10/9). OHCHR mendesak pemerintah melakukan investigasi segera dan transparan.

Dalam pernyataannya, OHCHR mengaku menerima sejumlah laporan serius terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan maupun tidak proporsional oleh aparat keamanan saat membubarkan aksi protes yang digelar kelompok pemuda. Aksi tersebut menyoroti isu korupsi serta keputusan pemerintah melarang penggunaan sejumlah platform media sosial.

“Kami menyerukan kepada otoritas agar menghormati dan menjamin hak kebebasan berkumpul secara damai serta kebebasan berekspresi,” tulis OHCHR.

OHCHR tegaskan aparat harus patuh aturan

OHCHR juga menegaskan bahwa aparat keamanan harus mematuhi prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat penegak hukum sebagaimana diatur dalam standar internasional.

BACA JUGA  Imigrasi Amankan 19 WNA Nepal dan India atas Dugaan Human Trafficking

Lembaga HAM PBB itu menilai Nepal merupakan negara dengan demokrasi yang hidup dan ruang sipil yang aktif. Karena itu, dialog dinilai sebagai cara terbaik untuk merespons aspirasi kaum muda.

“Kami mendorong pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan pembatasan media sosial agar selaras dengan kewajiban Nepal dalam penghormatan terhadap hak asasi manusia,” lanjut OHCHR.

Ribuan warga Nepal, mayoritas kaum muda, turun ke jalan awal pekan ini memprotes keputusan pemerintah yang melarang 26 platform media sosial.

Aksi protes besar-besaran itu berujung bentrokan dengan aparat keamanan. Dalam hitungan jam, sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Meningkatnya kemarahan publik dan gelombang kritik dari dalam negeri maupun internasional membuat Perdana Menteri KP Sharma Oli bersama para menterinya memilih mundur dari jabatannya. (*/S-01)

BACA JUGA  Tiga Dosen Poltekkes Dievakuasi dari Nepal Disambut di Jakarta

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Lewat BGSI

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia mempercepat implementasi kedokteran presisi sebagai respons atas melonjaknya pembiayaan kesehatan akibat penyakit kronis di Tanah Air. Melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), pengobatan diarahkan…

Pemkot Bandung Kukuhkan Forum Karasa Perkuat Sistem Pangan

PEMERINTAH Kota Bandung bersama berbagai pemangku kepentingan mengukuhkan Forum Multipihak Sistem Pangan (Forum Karasa) sebagai langkah strategis membangun sistem pangan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan perkotaan. Pengukuhan tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Lewat BGSI

  • February 13, 2026
Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Lewat BGSI

Pemkot Bandung Kukuhkan Forum Karasa Perkuat Sistem Pangan

  • February 13, 2026
Pemkot Bandung Kukuhkan Forum Karasa Perkuat Sistem Pangan

Pemkab Sidoarjo Siapkan Gerakan Pangan Murah Ramadan

  • February 13, 2026
Pemkab Sidoarjo Siapkan Gerakan Pangan Murah Ramadan

Polresta Sidoarjo Tambah SPPG di Jabon, Total Jadi Enam Unit

  • February 13, 2026
Polresta Sidoarjo Tambah SPPG di Jabon, Total Jadi Enam Unit

Pemerintah Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

  • February 13, 2026
Pemerintah Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

Donasi untuk Keluarga James Van Der Beek Capai 2 Juta Dolar

  • February 13, 2026
Donasi untuk Keluarga James Van Der Beek Capai 2 Juta Dolar