Wamen LH: Pendanaan Iklim Masih Penuh Janji, Minim Realisasi

WAKIL Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan bahwa isu pendanaan iklim (climate finance) masih dipenuhi janji negara maju tanpa realisasi nyata. Hal ini ia sampaikan saat memimpin Rapat Kick-Off Persiapan Delegasi Indonesia untuk UNFCCC COP30/CMP30/CMA7 di Jakarta, Rabu (27/8).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal koordinasi lintas kementerian/lembaga, mitra pembangunan, dan lembaga internasional menjelang COP30 di Belém, Brasil, pada 10–21 November 2025. Forum iklim terbesar dunia ini mempertemukan hampir seluruh negara untuk memperkuat aksi iklim, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta memastikan dukungan pendanaan bagi negara berkembang.

Menurut Wamen Diaz, isu pendanaan iklim masih jauh dari harapan. “Awalnya di Copenhagen Accord, negara maju berjanji memberikan bantuan 100 juta dolar AS per tahun kepada negara berkembang. Namun menurut UNFCCC, itu belum terealisasi. Dari target 1,3 triliun dolar dalam New Collective Quantified Goals, baru 300 miliar dolar yang disepakati,” jelasnya.

BACA JUGA  KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan Sumut

Diaz menegaskan Indonesia akan mendorong agar janji-janji tersebut dipenuhi.
“Ini artinya, negara maju banyak janji tanpa realisasi,” tegasnya.

Diplomasi Karbon Indonesia di COP30

Selain pendanaan, Indonesia akan menjadikan COP30 sebagai panggung untuk memperkuat diplomasi karbon. Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan seminar, tetapi juga memperluas perdagangan karbon lintas sektor.

Beberapa peluang yang sedang dijajaki antara lain:

  • Potensi pembelian 12 juta ton COe oleh Norwegia hingga 2035,
  • Kerja sama dengan Jepang dan Korea,
  • Pengembangan Renewable Energy Certificate (REC) oleh PLN,
  • Perluasan perdagangan karbon melalui Mutual Recognition Agreements (MRA) dengan standar internasional seperti Gold Standard (GS) dan Verra.

Namun, Diaz mengingatkan keberhasilan diplomasi ini bergantung pada dukungan lintas sektor.
“KLH tidak punya expertise di semua bidang. Ada 20-an working group, kita perlu mempersiapkan lead negotiator yang paham betul kertas posisi Indonesia,” katanya.

BACA JUGA  Target Pengelolaan Sampah 51,2% 2025 Harus Tercapai di Daerah

Rapat juga menampilkan pemaparan Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Ary Soedijanto serta Staf Ahli KLHK Laksmi Widyajayanti mengenai dinamika perundingan internasional dan peluang kontribusi kementerian hingga sektor swasta di Paviliun Indonesia.

Dengan konsolidasi awal ini, pemerintah optimis posisi Indonesia akan semakin strategis di COP30.
“Semoga pertemuan ini bisa menguatkan posisi Indonesia di tingkat dunia dan mendukung pencapaian target nasional kita,” tutup Wamen Diaz.

Rapat Kick-Off dihadiri sejumlah K/L strategis, termasuk Kemenlu, Setneg, Setkab, ESDM, Kemenperin, Kementan, KKP, Bappenas, serta Kementerian PPPA. (*/S-01)

BACA JUGA  Wamen LH Percepat Revitalisasi TPST dan TPS3R di Indonesia

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

PEMKAB Sleman akan menggelar imunisasi HPV (Human Pappilomavirus) kepada seluruh siswa kelas V SD/MI. Tahun ini, imunisasi HPV tersebut akan diberikan kepada siswa dan siswi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, imunisasi…

Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

SEBANYAK 74 siswa kelas 7 program International Class Orientation (ICO) SMP Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo (Spemduta) menggelar kegiatan Outdoor Learning (ODL) bertajuk Wonderland di Atrium Royal Plaza Surabaya, Selasa (18/8).…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

  • August 19, 2026
Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

  • August 18, 2026
Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

  • August 18, 2026
Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal

  • August 18, 2026
Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal

OJK Bekali Pramuka Literasi dan Inklusi Keuangan

  • August 18, 2026
OJK Bekali Pramuka Literasi dan Inklusi Keuangan

20.500 Warga Binaan di Jabar Dapat Remisi HUT RI

  • August 18, 2026
20.500 Warga Binaan di Jabar Dapat Remisi HUT RI