
KEKALAHAN Persib Bandung 1-2 dari Persijap Jepara mendapat perhatian warga Bandung, termasuk dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Menurut Farhan, kekalahan itu menjadi pukulan sekaligus pelajaran berharga bagi Maung Bandung, untuk tidak jemawa meski sebelumnya tampil impresif dengan skuad baru.
“Buat saya ini satu pukulan. Kita memang tidak boleh over confident. Kemarin saat main bagus sekali dengan pemain-pemain baru, ternyata hasilnya berbeda,” ungkapnya di Bandung, Selasa (19/8).
Dalam laga yang digelar di Jepara, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah Persijap. Padahal, sebelumnya Persib tampil konsisten di sejumlah laga uji coba maupun kompetisi resmi.
Farhan mengakui dirinya tidak menonton langsung pertandingan di Jepara tersebut, namun sempat menyaksikan cuplikan pertandingan. “Nonton waktu itu saya jaga di sini (Bandung). Tapi sekilas lihat cuplikan, ya sudah lihat highlight-highlight saja,” terangnya.
Harus bangkit
Saat ditanya mengenai evaluasi teknis, Farhan menolak memberikan komentar detail terkait permainan Persib. Ia menegaskan bahwa bukan kapasitasnya untuk mengkritik strategi pelatih maupun penampilan pemain secara individu.
“Wah, mana berani saya ngomong gitu. Kalau ngomong seperti itu, pikir malah dibilang Bojan Hodak sok tahu. Yang jelas, saya berharap Persib bisa segera bangkit,” tandasnya.
Sebagai salah satu ikon kebanggaan Kota Bandung, Persib menurut Farhan memiliki posisi istimewa di hati warga. Ia menekankan bahwa kekalahan ini sebaiknya dijadikan bahan refleksi bagi tim untuk memperbaiki performa di laga berikutnya.
“Persib itu lebih dari sekadar klub bola, tapi juga identitas dan kebanggaan warga Bandung. Jadi saya yakin, dengan dukungan bobotoh dan kerja keras tim, Persib bisa segera kembali ke jalur kemenangan,” tegasnya.
Beri dukungan
Farhan juga berpesan agar bobotoh, suporter setia Persib, tetap memberikan dukungan positif meski tim mengalami kekalahan. Menurutnya, kritik boleh saja diberikan, namun harus disampaikan secara sehat demi kemajuan tim.
“Semua yang cinta Persib tentu kecewa. Tapi justru di saat sulit begini, dukungan bobotoh sangat dibutuhkan. Jangan sampai kritik berubah jadi tekanan berlebihan,” imbuhnya.
Kekalahan dari Persijap menjadi momentum penting bagi Persib Bandung untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Dengan kompetisi masih panjang.
“Optimistis Maung Bandung dapat segera memperbaiki kekurangan dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di lapangan,” sambungnya. (Rava/N-01)









