Cegah Karhutla, Kemenhut Mulai OMC Tahap Ketiga di Riau

KEMENTERIAN Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama BMKG, BNPB, BPBD Riau, dan TNI AU resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di Provinsi Riau, Senin (11/8).

Operasi ini digelar selama 10 hari sebagai langkah strategis dalam masa perpanjangan tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau sejak 22 Juli lalu. Status darurat yang awalnya berlaku hingga 4 Agustus, kini diperpanjang dua pekan.

Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan OMC merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah mengantisipasi dan menanggulangi karhutla.

“Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Kementerian Kehutanan dan BMKG, serta dukungan penuh BNPB, BPBD, dan TNI AU,” ujarnya, Rabu (13/8).

BACA JUGA  Atasi Banjir, Bukaan Spillway Gate Waduk PLTA Koto Panjang Diturunkan

Data Kementerian Kehutanan mencatat, sepanjang Juli 2025 terjadi 142 kejadian karhutla di Riau dengan luas terbakar sekitar 1.768 hektare. Hingga 9 Agustus, ada tambahan 93 kejadian dengan luas sekitar 1.150 hektare. Saat ini Manggala Agni masih melakukan pemadaman dan mopping up di Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.

OMC tahap pertama telah digelar pada 2–12 Mei, tahap kedua pada 21 Juli–9 Agustus dengan dukungan BNPB. Berdasarkan pantauan curah hujan, Kabupaten Rokan Hilir tercatat mengalami hujan selama lima hari dan Rokan Hulu selama delapan hari pada periode tersebut.

Menurut Dwi, OMC menjadi bagian dari inovasi pencegahan permanen karhutla yang telah dijalankan sejak 2015.

BACA JUGA  BMKG Semai 13 Ton NaCI Powder di Langit Kalbar untuk Cegah Karhutla

“Pendekatan ini mampu menurunkan luas karhutla hingga 77% pada 2024 dibandingkan baseline 2019. OMC juga membasahi lahan gambut agar tinggi muka air tanah terjaga dan kawasan hidrologis gambut tetap basah,” jelasnya.

Ia menegaskan pengendalian karhutla hanya bisa berhasil melalui kolaborasi lintas sektor, koordinasi yang solid, kepemimpinan kuat, dan partisipasi aktif masyarakat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

POLSEK Sleman menerima laporan ditemukannya sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki di Zona Klitikan Pasar Sleman, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo…

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara