Masalah Kesehatan Anak masih Jadi PR Pemerintah

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi mengatakan, kesehatan menjadi salah satu pondasi untuk mewujudkan bangsa yang bermutu dan berkualitas.

Namun, masalah kesehatan anak hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah. Di antaranya masih banyak kasus gigi berlubang, stunting, dan lainnya.

“Jadi, (CKG) ini sebagai sebuah solusi yang kita lakukan agar kesehatan anak-anak terjamin,” katanya saat meninjau program CKG sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang, Senin, 4/8.

Dikatakan dia, program CKG untuk siswa sekolah telah dimulai untuk murid-murid sekolah rakyat pada 14 Juli 2025. Kemudian, untuk sekolah umum (SD,SMP,SMA, SMK dan SLB) mulai serentak pada pekan pertama Agustus.

BACA JUGA  BPOM Temukan 4.732 Pangan tidak Layak Edar sepanjang Ramadan

Sepertiga nasional

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno menyebut capaian program cek kesehatan gratis (CKG) di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai 5,7 juta jiwa. Jumlah itu setara dengan sepertiga dari capaian angka secara nasional.

“Provinsi Jateng sudah melangkah untuk CKG. Mungkin dari capaiannya sudah 5,7 juta sasaran dari total nasional sebanyak 15-an juta,” kata Sumarno, saat mendampingi Menteri PPPA

Sumarno mengatakan, kesehatan menjadi elemen penting untuk anak-anak dalam menunjang kecerdasannya. Oleh karenanya, program cek kesehatan ini menjadi penting. Cek kesehatan itu meliputi pemeriksaan tekanan darah, telinga, mata, gizi, dan lain-lain.

Motor Percepatan CGK

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Ferianti mengatakan, optimistis Jateng mampu mempercepat pelaksanaan CKG, baik untuk usia sekolah maupun dewasa.

BACA JUGA  15 Orang Meninggal dan 1322 Warga Tasikmalaya Terindikasi TB

Ia optimistis Jawa Tengah bisa terus menjadi motor percepatan pelayanan kesehatan nasional, karena akselerasi CKG di Jateng berjalan baik.

Salah satu siswa SLB Negeri Semarang, Aldi Saputra mengatakan, dalam keseempatan ini ia mengikuti pemeriksaan tekanan darah, telinga, dan lain-lain.

“Saya senang, dulu juga pernah periksa di dokter, supaya sehat,” ucapnya. (Htm/N-03)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Cegah Penularan Campak, Jabar Galakkan Imunisasi

SAAT merespon meluasnya penularan campak, Dinas Kesehatan Jawa Barat mendorong petugas kesehatan untuk melaksanakan Outbreak Response Immunization  (ORI). ORI merupakan imunisasi campak untuk seluruh sasaran anak usia 9 hingga 59…

Yuk, Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini

DATA GLOBOCAN, institusi di bawah koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan kasus  kanker ginjal pada laki-laki secara global mencapai 4,8 persen dibandingkan kanker jenis lain. Hal itu menempatkan kanker ginjal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

  • April 2, 2026
Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

Ribuan Perangkat Desa di DIY Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

  • April 2, 2026
Ribuan Perangkat Desa di DIY  Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

  • April 2, 2026
Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

Potensi Tsunami Berakhir, Satu Orang Jadi Korban Gempa Malut-Sulut

  • April 2, 2026
Potensi Tsunami Berakhir, Satu Orang Jadi Korban Gempa Malut-Sulut

Final Four Proliga Janjikan Laga Seru

  • April 2, 2026
Final Four Proliga Janjikan Laga  Seru

Cegah Penularan Campak, Jabar Galakkan Imunisasi

  • April 2, 2026
Cegah Penularan Campak, Jabar Galakkan Imunisasi