
KONDISI jalan lintas Tarutung–Sibolga, tepatnya di kilometer 1,5, saat ini terancam putus. Sebagian badan jalan sudah terlihat mengalami longsor akibat sistem drainase yang tersumbat.
Air yang seharusnya mengalir ke saluran, justru meluap ke badan jalan, sehingga mempercepat kerusakan.
“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Jika dibiarkan terlalu lama, longsor bisa makin parah dan jalan ini bisa putus total. Ini jelas membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujar R. Lbn Tobing (45), salah seorang warga sekitar, Senin (4/8).
Jalan Tarutung–Sibolga saat ini menjadi satu-satunya jalur utama yang menghubungkan wilayah Lintas Barat dan Lintas Timur, terutama bagi kendaraan berukuran besar. Hal ini dikarenakan jalan Tarutung–Sipirok, khususnya di kawasan Batu Jomba, sedang dalam perbaikan dan ditutup sementara untuk kendaraan berat.
Pengguna jalan berharap instansi terkait, khususnya Dinas PUPR dan Balai Jalan Nasional, segera melakukan penanganan darurat agar kerusakan tidak meluas.
“Jangan tunggu sampai putus total baru diperbaiki. Ini jalur vital bagi angkutan logistik dan masyarakat,” tambah Tobing.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya retakan dan amblesan pada sebagian bahu jalan, serta aliran air yang meluap dari parit ke badan jalan akibat tumpukan sampah dan sedimen. (HP/N-03 )







