Bantuan Rumah Apung Hampir Rampung, Warga Sayung Bersyukur

BANTUAN rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi warga terdampak rob di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sudah hampir rampung. Setidaknya sudah 70 persen bangunan rumah apung selesai.

Keberadaan rumah apung tersebut memberikan harapan bagi warga Desa Timbulsloko, setelah bertahun-tahun hidup di antara kepungan air rob. Di tahap pertama ini, bantuan diawali dengan pembangunan tiga unit rumah apung.

Salah seorang penerima manfaat rumah apung, Mulyono mengekspresikan kegembiraan. Ia bahkan turut serta membantu pekerja merangkai pondasi dan kerangka rumahnya itu.

“Wah, senang banget karena dapat bantuan rumahapu apung dari Pak Gubernur,” katanya, Sabtu (2/8).

Tidak layak huni

Dok.Ist

Bantuan tersebut, menurutnya, adalah jawaban dari kegelisahan selama ini. Sudah hampir 10 tahun ia harus akrab dengan air pasang setiap harinya. Rumah yang ia tempati tidak layak untuk dihuni. Sebagian dindingnya rusak dan sudah beberapa kali diurug untuk menghindari terjangan rob.

BACA JUGA  Kapolri Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

“Rumah yang dulu sudah saya tinggikan tapi air terus naik. Tidak nyaman untuk ditempati,” ujar Mulyono.

Ia pun bersyukur, bantuan rumah apung melalui program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukian (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah itu sudah mulai pembangunannya.

“Mau pindah tidak punya tanah, tidak punya uang. Tidak menyangka bisa dapat bantuan rumah apung,” ungkap Mulyono.

Muslim, penerima bantuan rumah apung yang lain, juga mengaku senang karena proses pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Lantai dan dinding luar sudah selesai, tinggal sekat ruangan dan atap.

“Pastinya lebih nyaman dari rumah yang dulu. Saya sudah 10 tahun hidup di atas air rob. Alhamdulillah sekarang dapat bantuan rumah apung, jadi seneng sekali,” ucap Muslim.

Sesuai kondisi air

Rumah apung tersebut lebih nyaman karena konstruksi bangunannya dapat menyesuaikan kondisi air.

BACA JUGA  Perempuan Didorong Bantu Perekonomian Lewat UMKM

“Jadi tidak khawatir lagi kena banjir. Bangunannya kan bisa ikuti kondisi air,” jelasnya.

Begitu pula dengan Romani, yang tampak tersenyum saat bergotong-royong bersama pekerja yang lain membangun rumah apungnya.

“Rumah apung ini tipe 36, jadi nyaman untuk ditempati bersama anak dan istri. Saya senang sekali ada bantuan rumah apung dari Pak Gubernur,” terangnya.

Komitmen gubernur

Sementara itu, Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan menyampaikan bahwa bantuan rumah apung tersebut sesuai dengan komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dalam menangani korban rob di sektor perumahan.

“Untuk tahap pertama ini ada tiga unit rumah apung. Bantuan ink akan terus dilakukan secara bertahap bagi korban rob di Desa Timbulsloko,” ujar Boedyo.

Selain rumah apung, bantuan juga dilakukan melalui program relokasi. Itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mengatasi persoalan masyarakat.

BACA JUGA  Hari Pers Nasional 2025 Tingkat Jateng Gelar Dialog Rektor

“Bagi korban rob yang punya lahan di luar Timbulsloko bisa dapat bantuan melalui relokasi. Tapi yang tidak punya lahan, bisa rumah apung,” imbuh Boedyo.

Masalah sanitasi

Bantuan rumah apung tersebut juga dipastikan masalah sanitasinya. “Ini sudah ada toilet umum atau komunal. Ke depan kita kaji apakah nanti akan ada toilet di masing-masing rumah atau ditambah lagi toilet bersama,” terangnya.

Boedyo berharap, bantuan rumah apung dapat menjadi soluisi bagi warga korban rob di Desa Timbulsloko.

“Ya semoga bermanfaat dan penerima bisa merawat rumahnya dengan baik, sehingga awet dan nyaman untuk hunian,” ujarnya. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Baru Bebas 5 Bulan, Residivis Pengedar Sabu Kembali Ditangkap

SATUAN Reserse Narkoba Polres Tapanuli Utara (Taput) menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di sebuah tempat kos di Jalan Sisingamangaraja, Desa Pohan Tonga. Pria berinisial FSP…

JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Keluarga Umrah

SEBAGAI bentuk apresiasi kepada karyawan JNE memberangkatkan lebih dari 1.200 Ksatria dan Srikandi mereka beserta keluarga menunaikan ibadah umrah. Program tersebut diberikan kepada karyawan yang telah mengabdi selama lebih dari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BKSPTIS dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan

  • September 22, 2026
BKSPTIS  dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan

Baru Bebas 5 Bulan, Residivis Pengedar Sabu Kembali Ditangkap

  • September 22, 2026
Baru Bebas 5 Bulan, Residivis Pengedar Sabu Kembali Ditangkap

JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Keluarga Umrah

  • September 22, 2026
JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Keluarga Umrah

Sleman Sabet Dua Penghargaan Lomba Desa/Kampung Wisata 2026

  • September 22, 2026
Sleman Sabet Dua Penghargaan Lomba Desa/Kampung Wisata 2026

Perkuat Kesiapsiagaan Personel, Polda DIY Bangun Rumah Dinas Brimob

  • September 22, 2026
Perkuat Kesiapsiagaan Personel, Polda DIY Bangun  Rumah Dinas Brimob

Koling dan Darling Merapi Siap Manjakan Lidah Wisatawan dengan Kopi Lokal

  • September 22, 2026
Koling dan Darling Merapi Siap Manjakan Lidah Wisatawan dengan Kopi Lokal