
DEKAN Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, melantik sebanyak 120 dokter baru pada Rabu (30/7) di Grha Sabha Pramana. Dari jumlah itu terdiri dari 40 dokter laki-laki dan 76 dokter perempuan.
Dengan demikian, hingga saat ini UGM telah meluluskan 11.129 dokter yang tersebar di berbagai daerah dan mancanegara.
Yodi Mahendradhata mengatakan pelantikan dokter kali ini sebagai bentuk kredibilitas sekaligus momen esensial bagi para dokter baru untuk berperan di masyarakat dalam layanan kesehatan.
Yodi menerangkan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis melalui sistem kesehatan akademik yang mana program tersebut menjadi upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan dokter umum, spesialis, dan sub-spesialis terutama di daerah-daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
Siap mengabdi

“UGM yang termasuk salah satu institusi terdepan dalam upaya tersebut sekaligus sebagai FK terbaik dalam penempatan residen senior ke daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan berdasarkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Ia menyandarkan harapan kepada dokter-dokter baru lulusan UGM untuk turut berkontribusi dalam upaya memenuhi tantangan-tantangan kesehatan bangsa terutama pemenuhan kebutuhan tenaga medis.
“Buktikan bahwa dokter-dokter lulusan UGM selalu siap mengabdi, termasuk ke daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Bangsa kita membutuhkan dokter-dokter yang mampu menjadi pilar keadilan sosial di bidang kesehatan, terutama untuk saudara-saudara kita di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Pelantikan hari ini memiliki fokus pada pesan pengabdian, integritas, dan arah ke depan bagi para dokter baru. Hal tersebut diperkuat dengan adanya motivasi dari dr. Vickry Adzkary Ghufron, M.Sc, FRSPH yang juga merupakan alumnus UGM.
Dokter yang berarti
Ia mengatakan bahwa terdapat tiga hal yang patut dimiliki oleh tenaga kesehatan yakni kompetensi, kedekatan tulus dengan orang lain, dan berpegang pada moral serta etika. “Jangan hanya menjadi dokter yang hebat, tetapi jadilah dokter yang berarti,” pesannya.
Dokter Yogi Tri Sumarno, perwakilan dari dokter baru yang baru dilantik mengatakan Menjadi dokter bukan sekedar mengobati penyakit pasien dan bisa sembuh, melainkan juga menjunjung tinggi empati, kepedulian, etika, moral.
Pada pelantikan dokter baru kali ini, masa studi rata-rata dokter baru dari sarjana sampai dengan profesi adalah 5 tahun 6 bulan. Lulusan terbaik dokter tercatat sebanyak 13 orang dan posisi tertinggi diraih oleh Aura Masyitha dengan Indeks Predikat Kumulatif 3,94. (AGT/N-01)







