
PRAJURIT Kraton Yogyakarta mengikuti tradisi Seton yang digelar pada akhir pekan lalu. Dalam tradisi yang diselenggarakan di pelataran Kagungan Dalem Bangsal Kamandungan Kidul itu sekitar 300 prajurit hadir.
Mereka mengenakan busana pranakan (pakaian khas abdi dalem Kraton Yogyakarta) untuk mengikuti Upacara Pembukaan Pamulangan Olah Kridha Kaprajuritan dan dipimpin oleh Penghageng II Kawedangan Kaprajuritan Kraton Yogyakarta KPH Notonegoro.
Kegiatan ini merupakan latihan bagi para prajurit Kraton Yogyakarta yang berfokus pada ketangkasan dan ketrampilan dan sekaligus untuk melestarikan budaya.
Materi yang diberikan yang merupakan bagian dari olah krida kaprajuritan, antara lain jemparingan (panahan gaya Mataraman), plinthengan (belajar menggunakan ketapel), tulupan (menggunakan sumpit), pencak silat dan lainnya.
KPH Notonegoro mengatakan kegiatan ini selain menyalurkan bakat dan minat mereka di bidang keterampilan keprajuritan, juga upaya pelestarian tradisi keprajuritan Jawa.
“Pelatihan yang diselenggarakan secara terstruktur ini diharapkan dapat menjadi acuan kurikulum sertifikasi profesi di bidang keterampilan keprajuritan,” katanya.
Ke depan, pelatihan itu diharapkan tidak hanya terbatas untuk prajurit keraton, tetapi juga bisa diikuti oleh Abdi Dalem non-prajurit, bahkan bregada rakyat di luar benteng keraton. (AGT/N-01)










