
POLITEKNIK Pekerjaan Umum (PUtech) resmi menyambut 426 mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (15/7). Mereka terpilih dari total 2.500 pendaftar yang bersaing melalui berbagai jalur seleksi, mencerminkan kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap pendidikan vokasi di bidang konstruksi.
Tahun ini, PUtech membuka tiga program studi unggulan, yakni D-III Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (151 mahasiswa), D-III Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (150 mahasiswa), serta D-III Teknologi Konstruksi Bangunan Air (125 mahasiswa).
Direktur PUtech, Brawijaya, menyampaikan bahwa komposisi mahasiswa baru semakin inklusif, dengan 38 persen di antaranya adalah perempuan. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah mahasiswa diiringi peningkatan kapasitas pengajaran, dengan bergabungnya 14 dosen baru dan 13 laboran CPNS, demi menjaga rasio dosen-mahasiswa tetap ideal.
“Mahasiswa baru PUtech tahun ini berasal dari 35 provinsi. Ini menegaskan komitmen kami sebagai kampus penggerak mobilitas sosial dan inklusi talenta muda dari seluruh penjuru tanah air,” ujarnya.
Peningkatan juga tercatat pada jalur prestasi. Sebanyak 57 mahasiswa diterima melalui jalur prestasi akademik dan 54 melalui prestasi non-akademik—naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, akses beasiswa juga diperluas melalui kerja sama dengan berbagai mitra.
Dua program studi PUtech, yakni Teknik Konstruksi Bangunan Gedung dan Teknik Konstruksi Bangunan Air, kini menyandang akreditasi “Baik Sekali”. Sementara itu, proses akreditasi untuk Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan masih berlangsung.
PUTech terus bertransformasi
Sebagai kampus vokasi yang terus bertransformasi, PUtech kini mengembangkan 10 program strategis, mencakup penguatan mutu akademik, peningkatan fasilitas kampus, kerja sama internasional, hingga pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi dan Career Center. PUtech juga dikenal sebagai pelopor Smart and Green Campus di Indonesia.
Acara penyambutan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan Menteri PU agar mahasiswa belajar giat, memanfaatkan fasilitas PUtech, serta menjadi lulusan unggul baik dari sisi hard skill maupun soft skill.
“PUtech adalah living laboratory—tempat belajar nyata di mana mahasiswa tak hanya mendapatkan teori, tapi juga pengalaman langsung di lapangan. Kurikulum kami pun telah sesuai dengan standar industri infrastruktur,” jelasnya.
Selaras dengan arahan tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU Apri Artoto, dan Direktur PUtech Brawijaya, turut mengajak mahasiswa untuk memaksimalkan pengalaman belajar mereka, baik di dalam kelas maupun dalam pengembangan karakter dan keterampilan praktis.
“Kami ingin lulusan bukan hanya siap kerja, tapi benar-benar bisa kerja—kreatif dan mampu menjadi pemecah masalah di industri infrastruktur,” tegas Kepala BPSDM. (Htm/S-01)







