Prabowo tak Takut Ancaman Terselubung dalam Polemik Pemakzulan Gibran

PRESIDEN Prabowo Subianto tidak takut adanya ancaman terselubung di tengah mencuatnya polemik pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini dikatakan eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, merespons isu polemik pemakzulan Gibran.

Menurutnya, jika ada yang menyebut Prabowo tidak berani bersuara mengenai isu tersebut karena takut dilengserkan adalah keliru.

“Tidak ada yang namanya pak Prabowo takut terhadap ancaman. Kelompok elite maupun orang yang katanya berpengaruh, tidak dapat mengancam pak Prabowo,” kata Fauka lewat sambungan telepon, Selasa (15/7).

Sikap Prabowo yang tidak merespons isu pemakzulan Gibran, kata Fauka, bukan karena takut adanya ancaman, ataupun adanya politik utang budi di pemerintahan Prabowo.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Subianto Hadiri Sesi Pleno KTT ke-46 ASEAN

Harus dicegah

Prabowo juga tidak pernah takut terhadap ancaman baik dari kelompok elite dalam negeri maupun pihak asing.

Tapi isu pemakzulan tersebut, kata Fauka, harus dicegah agar polemik tidak berkembang jauh. Apabila isu tersebut dibiarkan berkembang, bisa berisiko karena dimanipulasi untuk kepentingan elite politik tertentu dan pihak asing yang tak ingin Indonesia maju.

Fauka menegaskan, Prabowo dan Gibran merupakan pasangan Presiden RI dan Wakil Presiden RI yang sudah ditunjuk masyarakat untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan. Isu pemakzulan justru membawa Indonesia mundur ke jaman Orde Baru.

“Kalau zaman Orde Baru bisa kita dengan mudah bicara isu pemakzulan. Tapi kalau sekarang bicara pemakzulan, nanti dianggap mau mengembalikan Indonesia ke Orde Baru. Berisiko kan?” kata Fauka.

BACA JUGA  Nama Ibunda Prabowo Diabadikan Lewat Anggrek

Pada era Orde Baru, kata Fauka, pemakzulan bukan merupakan hal tabu, karena Presiden dan Wakil Presiden saat itu dipilih Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Dipilih langsung

Berbeda dengan era sekarang di mana Prabowo dan Gibran dipilih rakyat secara langsung lewat sistem demokrasi Pemilu.

Fauka menambahkan, dalam sistem pemerintahan demokrasi, pemakzulan Wakil Presiden hanya bisa dilakukan apabila melakukan kudeta, atau melakukan tindakan tercela seperti kejahatan luar biasa.

“Jadi tidak ada Pak Prabowo takut dengan ancaman terselubung. Apalagi Pak Prabowo memiliki Timsus bertugas memberikan informasi terkini terkait situasi Indonesia,” kata Fauka. (OTW/N-01)

BACA JUGA  Presiden Naikkan Pangkat Istimewa Djamari dan Ahmad Dofiri

Dimitry Ramadan

Related Posts

Peringati Hari Bakti ke-79, TNI AU Tambah Alutsista

KEPALA Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M Tonny Harjono memimpin upacara Hari Bakti ke-79 yang digelar secara sederhana namun khidmat di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, Rabu. Dalam…

Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

WAKIL Bupati Sleman, Danang Maharsa, secara resmi membuka pra-Temu Nasional XV Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara 2026 pada Senin (27/7), di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Pembukaan ditandai dengan pemukulan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

  • July 31, 2026
Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

  • July 31, 2026
Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

  • July 31, 2026
Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya