Prabowo tak Takut Ancaman Terselubung dalam Polemik Pemakzulan Gibran

PRESIDEN Prabowo Subianto tidak takut adanya ancaman terselubung di tengah mencuatnya polemik pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini dikatakan eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, merespons isu polemik pemakzulan Gibran.

Menurutnya, jika ada yang menyebut Prabowo tidak berani bersuara mengenai isu tersebut karena takut dilengserkan adalah keliru.

“Tidak ada yang namanya pak Prabowo takut terhadap ancaman. Kelompok elite maupun orang yang katanya berpengaruh, tidak dapat mengancam pak Prabowo,” kata Fauka lewat sambungan telepon, Selasa (15/7).

Sikap Prabowo yang tidak merespons isu pemakzulan Gibran, kata Fauka, bukan karena takut adanya ancaman, ataupun adanya politik utang budi di pemerintahan Prabowo.

BACA JUGA  Polda Jateng Gelar 9 Pospam Amankan Kunker Presiden di Magelang

Harus dicegah

Prabowo juga tidak pernah takut terhadap ancaman baik dari kelompok elite dalam negeri maupun pihak asing.

Tapi isu pemakzulan tersebut, kata Fauka, harus dicegah agar polemik tidak berkembang jauh. Apabila isu tersebut dibiarkan berkembang, bisa berisiko karena dimanipulasi untuk kepentingan elite politik tertentu dan pihak asing yang tak ingin Indonesia maju.

Fauka menegaskan, Prabowo dan Gibran merupakan pasangan Presiden RI dan Wakil Presiden RI yang sudah ditunjuk masyarakat untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan. Isu pemakzulan justru membawa Indonesia mundur ke jaman Orde Baru.

“Kalau zaman Orde Baru bisa kita dengan mudah bicara isu pemakzulan. Tapi kalau sekarang bicara pemakzulan, nanti dianggap mau mengembalikan Indonesia ke Orde Baru. Berisiko kan?” kata Fauka.

BACA JUGA  Prabowo dan Lula da Silva Perkuat Kemitraan Global South

Pada era Orde Baru, kata Fauka, pemakzulan bukan merupakan hal tabu, karena Presiden dan Wakil Presiden saat itu dipilih Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Dipilih langsung

Berbeda dengan era sekarang di mana Prabowo dan Gibran dipilih rakyat secara langsung lewat sistem demokrasi Pemilu.

Fauka menambahkan, dalam sistem pemerintahan demokrasi, pemakzulan Wakil Presiden hanya bisa dilakukan apabila melakukan kudeta, atau melakukan tindakan tercela seperti kejahatan luar biasa.

“Jadi tidak ada Pak Prabowo takut dengan ancaman terselubung. Apalagi Pak Prabowo memiliki Timsus bertugas memberikan informasi terkini terkait situasi Indonesia,” kata Fauka. (OTW/N-01)

BACA JUGA  Kasus Keracunan Naik, Prabowo Tutup Sementara SPPG

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemerintah Siapkan Dana Rp4 triliun untuk Benahi Lintas Sebidang

PEMERINTAH akan menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik. Hal itu diungkapkan Presiden Prabowo Subianto seusai meninjau…

Berikut Nama-nama Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta Api

SEDIKITNYA 15 jenazah korban kecelakaan KA Agro Bromo Anggrek dan Kereta Commuter Line RL di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi. Sebagian di rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta. “Pada pukul…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gasak Bhayangkara, Persib Kembali Gusur Borneo dari Posisi Puncak

  • April 30, 2026
Gasak Bhayangkara, Persib Kembali Gusur Borneo dari Posisi Puncak

Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

  • April 30, 2026
Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

  • April 30, 2026
Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

  • April 30, 2026
Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia