Deteksi Dini Konflik, Kemenag Sidoarjo Kumpulkan Tokoh Agama

KANTOR Kemenag) Kabupaten Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman”, sebagai upaya penguatan deteksi dini konflik sosial bernuansa keagamaan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkungan Kemenag Sidoarjo ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari kepala kantor Kemenag, kepala seksi Bimas Islam, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama Islam, hingga pranata humas.

Hadir pula para tokoh lintas organisasi keagamaan seperti pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, sejumlah ormas Islam, komunitas keagamaan, serta perwakilan media massa.

Setiap peserta FGD menyampaikan pemaparan dari sudut pandang masing-masing. Beberapa isu yang mengemuka dalam diskusi antara lain kasus rumah ibadah yang sempat viral di wilayah Tarik, potensi konflik berbasis ujaran kebencian di media sosial, hingga pentingnya peran pimpinan ormas dalam meredam ketegangan sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Peran dan Fungsi Media Massa di Era Disrupsi

Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menegaskan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam mencegah konflik sejak dini.

Deteksi dini konflik cegah gesekan antarumat

Ia menekankan bahwa deteksi awal menjadi kunci dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Melalui FGD ini, kita berharap bisa memetakan daerah-daerah rawan konflik di tiap kecamatan di Sidoarjo, dan menyusun langkah antisipasi bersama. Tujuannya agar kerukunan tetap terjaga dan moderasi beragama bisa terus ditanamkan,” ujar Mufi, Rabu (9/7).

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Taufik Churrahman, menyambut baik kegiatan ini dan berharap diskusi serupa dapat dilakukan secara rutin.

“FGD ini merupakan ruang dialog yang tepat untuk mengantisipasi konflik sosial berbasis keagamaan. Harapannya bisa menjadi agenda berkala,” ucap Taufik.

BACA JUGA  Pemerintah Diimbau Ganti Istilah UPF dengan Pangan Olahan

Senada, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mu’minin, menyebut penguatan sistem deteksi dini merupakan langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang aman dan harmonis. Ia juga menyoroti pentingnya peran pimpinan ormas Islam dalam menjalankan fungsi cooling system di tengah masyarakat.

“Peran pimpinan ormas sangat penting agar masyarakat di akar rumput tidak mudah terbawa arus konflik. Saat ini, isu yang cukup sensitif adalah soal perbedaan antara kelompok Ba’alawi dan non-Ba’alawi di Sidoarjo. Ini bisa menjadi catatan bersama,” kata Choirul.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya negara dalam penegakan moderasi beragama.

“Dengan sikap tegas pemerintah, termasuk jika perlu pembubaran organisasi yang melanggar, kami merasakan betul kehadiran negara dalam menjaga kerukunan umat beragama,” pungkasnya. (OTW/S-01)

BACA JUGA  Para Calon Wakil Walikota Bandung Sampaikan Visi di FGD DPD LDII

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

PEMERINTAH Daerah (Pemda) DIY menyerahkan 2.000-an sertipikat Tanah Kasultanan atau Sultan Ground (SG) dan Tanah Kadipaten atau Pakualaman Ground (PAG) kepada Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Sekretaris Daerah DIY, Ni…

Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

PERSIB Bandung sukses meraih tiga poin pada laga perdana Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Kesuksesan itu didapat Persib seusai menundukkan tuan rumah FC Seoul di Stadion…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

  • September 17, 2026
Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

  • September 16, 2026
Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

  • September 16, 2026
Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

  • September 16, 2026
Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

  • September 16, 2026
Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

  • September 16, 2026
Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung