
KEPOLISIAN resor Sidoarjo kembali menanam jagung dan menebar benih ikan nila untuk mewujudkan swasembada pangan. Kegiatan itu dilakukan di lahan milik Pondok Pesantren Al-Amanah di Desa Junwangi Kecamatan Krian, Sidoarjo, Rabu (9/7) sore.
Penanaman jagung awal di ponpes tersebut di atas lahan sekitar satu hektare. Sementara benih ikan yang ditaburkan adalah nila sebanyak tiga ribu ekor.
Bupati Sidoarjo Subandi mengapresiasi sinergi lintas sektor yang mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Subandi mengatakan, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari misi Presiden Prabowo untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pesantren, dalam program swasembada pangan.
Distribusi pupuk
“Kolaborasi ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi juga melibatkan pondok pesantren. Kita harus sama-sama mendukung program swasembada pangan agar benar-benar terwujud di Sidoarjo,” ujar Subandi.
Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk memastikan distribusi pupuk tepat sasaran. Dia menyinggung pentingnya pengawasan langsung oleh jajaran kepolisian dan TNI di tingkat kecamatan.
“Kami akan sidak bersama masyarakat dan pertanian. Jangan sampai pupuk terlambat atau tidak sesuai instruksi dari Kementerian Pertanian. Kita ingin semuanya tepat waktu,” tegas Subandi.
Peran strategis
Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam program ini sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Menurut Tobing, pesantren memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Ini bentuk komitmen kami. Kami mengajak seluruh pondok pesantren di Sidoarjo untuk bersama-sama mensukseskan program ketahanan pangan, baik tanaman jagung, padi, dan menabur benih ikan maupun pangan bergizi lainnya,” kata Tobing.
Tobing menambahkan, saat ini Ponpes Al Amanah telah menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk penanaman jagung yang dikelola oleh para santri. Tobing menargetkan ada 20 hektare lahan kosong milik sejumlah ponpes yang akan ditanami jagung.
Contoh sinergi
Pengasuh Ponpes Al Amanah KH Nurcholis Misbah mengaku bersyukur atas dukungan pemerintah dan aparat keamanan terhadap pesantren. Dia berharap kerja sama ini membawa keberkahan dan menjadi contoh sinergi yang menginspirasi masyarakat.
“Pemimpin yang adil adalah anugerah. Kehadiran Pak Bupati, Pak Kapolresta, dan Pak Dandim adalah berkah bagi kami. Semoga ini menjadi simbol kebersamaan antara pesantren, pejabat, dan masyarakat,” kata Nurcholis.
Program ini juga sejalan dengan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang digalakkan di kawasan pesantren untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi santri. (OTW/N-01)







