
PEMERINTAH Kota Bandung memastikan Teras Cihampelas tidak akan dibongkar, melainkan akan direnovasi dan dirawat secara berkelanjutan.
Keputusan ini diambil setelah melalui kajian hukum, teknis, dan pertimbangan terhadap kemanfaatan aset publik.
“Sejak saya dilantik, wacana pembongkaran memang sempat mencuat. Tapi setelah kajian hukum dan anggaran dilakukan secara menyeluruh, diputuskan untuk tidak membongkar,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Selasa (8/7).
Farhan mengungkapkan, hasil appraisal terbaru menunjukkan nilai Teras Cihampelas mencapai Rp80 miliar.
Karena merupakan aset daerah bernilai lebih dari Rp5 miliar dan masih memiliki fungsi, maka pembongkaran tidak direkomendasikan dari sisi hukum dan tata kelola pemerintahan.
“Kalau dibongkar, prosesnya bisa makan waktu enam bulan, tidak bisa dilakukan perawatan, dan aset justru terbengkalai. Risikonya juga bisa menimbulkan persoalan hukum,” jelasnya.
Teras Cihampelas dapat anggaran khusus
Sebagai gantinya, Pemkot Bandung akan mengalokasikan anggaran khusus mulai tahun ini untuk perawatan rutin, keamanan, dan penerangan di kawasan Teras Cihampelas.
Farhan menegaskan bahwa anggaran ini akan disiapkan setiap tahun agar tempat tersebut tetap nyaman dan fungsional bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Saya pastikan, setiap tahun akan ada dana khusus untuk menjaga Teras Cihampelas tetap aman, terang, dan nyaman,” tegas Farhan.
Perawatan akan dilakukan secara kolaboratif lintas dinas, melibatkan sejumlah instansi seperti DSDABM, Dishub, Dinas Koperasi dan UKM, Satpol PP, Disbudpar, DPKP, Dinsos, serta dua kecamatan dan kelurahan di sekitar lokasi.
“Ini aset milik bersama. Perawatan harus dilakukan bersama, tidak hanya oleh satu dinas, tetapi juga oleh kecamatan dan kelurahan,” tambahnya.
Farhan berharap, melalui renovasi dan perawatan ini tempat tersebut dapat kembali menjadi ruang publik yang representatif, aman, dan nyaman bagi warga Bandung dan pengunjung dari luar kota. (Rava/S-01)








