Jawa Tengah Galakkan Rehabilitasi Mangrove di Pantura

YAYASAN Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara bersama pemangku kepentingan terkait akan mengintensifkan rehabilitasi mangrove dan penanaman hutan pantai.

Khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Tengah yang tengah menghadapi ancaman abrasi dan penurunan muka tanah.

Langkah ini dilakukan melalui Program Mageri Segoro yang akan diluncurkan secara serentak pada 5 Juni 2025.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir.

“Program Mageri Segoro itu bentuk bahwa kita sanggup,” ujar Gubernur Luthfi saat menerima audiensi Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara di kantornya, Rabu (4/6).

Ia menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah di wilayah pesisir agar serius dalam menjalankan program ini.

BACA JUGA  Jateng Mampu Penuhi Target Produksi 11,8 Juta Ton Beras

Setiap daerah minimal harus memiliki target dan menyampaikan laporan perkembangan dari masing-masing stakeholder.

Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 971,52 kilometer, terdiri dari pantai utara sepanjang 645,08 kilometer dan pantai selatan sekitar 326,44 kilometer.

Di sepanjang wilayah tersebut terdapat ekosistem hutan mangrove dan hutan pantai dengan luas mangrove lebih dari 16.102 hektare pada 2024. Namun sejak 2013 hingga 2021, abrasi menggerus sekitar 4.993 hektare lahan pesisir.

Selain itu, beberapa daerah di pantai utara juga mengalami penurunan muka tanah antara 8 hingga 14 sentimeter per tahun, bahkan lebih di sejumlah lokasi.

Ketua Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara, Ardas Patra, menyebutkan bahwa potensi total mangrove di Jawa Tengah mencapai 44 ribu hektare.

BACA JUGA  Pj Gubernur Jateng Ajak Pepabri Sukseskan Pilkada 2024

Namun baru sekitar 15 ribu hektare yang telah ditanami—dan 90 persen di antaranya bermasalah. “Kami akan menata secara bertahap sekitar 30 ribu hektare dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Penanaman mangrove di Pantura tidak bisa dilakukan serentak karena sebagian wilayah masih tertutup rob sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami.

“Jawa Tengah akan memulai pada 5 Juni, dan kami dari yayasan akan memulai di Pemalang pada 18 Juni, termasuk tambahan titik yang kemarin dikunjungi Pak Gubernur,” tambahnya. (Htm/S-01)

BACA JUGA  Jembatan Sucipto Suwigo Magelang Diresmikan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Jawa Timur bersama 36 kabupaten/kota se-Jatim, Senin (30/3). Sebelumnya, Kota Surabaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak