Stok Hewan Kurban di Jawa Barat Aman dan Meningkat

STOK hewan kurban di Jawa Barat dipastikan aman dan mencukupi menjelang Idul Adha 2025.

Hasil koordinasi antara DPRD Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi menunjukkan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan kekurangan hewan kurban.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Sri Dewi Anggraini menyampaikan bahwa DPRD terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, mitra kerja utama dalam penyediaan hewan ternak.

“Dari data yang kami terima, terdapat peningkatan lebih dari 10 persen dibanding tahun lalu. Pada 2024 tercatat 545 ribu ekor hewan kurban, sementara tahun ini meningkat menjadi 605.094 ekor,” ungkap Sri Dewi, Kamis (29/5).

Rinciannya 118.300 ekor sapi, serta ratusan ribu kambing, domba, dan kerbau.

BACA JUGA  BPS Sebut Jawa Barat Inflasi 0,35 Persen Desember 2024

Peningkatan ini dinilai sebagai bukti keseriusan Pemprov Jabar dalam menjamin kebutuhan hewan kurban masyarakat.

DKPP menurunkan 20 petugas yang rutin memantau penjualan hewan kurban di lapangan, memberikan pelatihan kepada Dewan Kemakmuran Masjid dan memantau langsung kondisi hewan.

“Hewan yang lolos pemeriksaan kesehatan akan diberi penanda khusus berupa kalung, dan wajib memiliki sertifikat vaksinasi, khususnya terhadap Penyakit Mulut dan Kuku,” jelasnya.

Stok hewan kurban aman dan diperiksa kesehatannya

Sementara itu DKPP Kota Bandung telah menerjunkan tim pemeriksa hewan kurban sejak 15 Mei 2025 hingga menjelang Idul Adha.

Pemeriksaan dilakukan oleh 90 petugas DKPP dan 56 tenaga tambahan dari PDHI Jabar 1, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran, serta Fakultas Informatika Telkom University.

BACA JUGA  Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

“Mayoritas petugas adalah dokter hewan profesional yang memeriksa secara visual, klinis, dan berdasarkan perilaku hewan,” ujar Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.

Beberapa temuan dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan hewan tidak layak kurban karena belum cukup umur, mengalami penyakit ringan seperti diare, sakit mata, atau Orf (penyakit kulit). (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Lantik 23 Pejabat, Bupati Taput Ingatkan Soal Tanggung Jawab

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Jumat, 26/6//2026). Pelantikan dilaksanakan saat kunjungan kerja di Lapangan Sepakbola Desa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

  • June 28, 2026
Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

  • June 28, 2026
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

  • June 28, 2026
UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K