
UNIVERSITAS Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kalimantan Selatan meluncurkan produk suplemen kesehatan berupa albumin berbahan baku ikan gabus (haruan) yang disebut Sunbumin, Senin (26/5).
UMB grand launching Sunbumin nmerupakan produk hilirisasi ikan haruan dan Seminar Beauty of Borneo di Studio Adijani Al-Alabij, Kampus Utama UMB, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.
Wakil Rektor UMB, Apt Risya Mulyani, mengharapkan peluncuran Sunbumin ini akan membawa manfaat untuk masyarakat Kalsel dan daerah lainnya memiliki banyak populasi ikan haruan.
“Sunbumin dapat menjadi inspirasi pihak lain untuk menggali potensi sumber daya lokal lainnya,” kata Risya Mulyani.
“Ikan haruan dapat dimanfaatkan kandungan albumennya untuk berbagai keperluan tidak hanya konsumsi pangan tetapi kaya albumin untuk kesehatan,” lanjutnya.
Sumbumin merupakan hasil kolaborasi Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan UMB bersama mitra kerja dan Pemprov Kalsel. Sunbumin sudah memiliki izin edar dan sudah diproduksi sejak dua bulan terakhir.
“Kita harapkan Sunbumin dapat menjadi rujukan pada dokter atau bidan karena harganya lebih murah dan khasiatnya baik dan sudah teruji,” ucapnya.
Sunbumin hasil hilirisasi produk suplemen
Sementara, Ihya Nurul Islam selaku mitra hilirisasi produk, menyampaikan bahwa yang dilakukan sekarang adalah awal untuk mewujudkan Kalsel berdikari dengan sumber daya alamnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono mengapresiasi hasil inovasi UMB yang melahirkan produk berbasis potensi lokal ikan haruan Sunbumin.
Hal ini membuktikan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan tetapi juga pusat pengembangan potensi daerah yang berkelanjutan dan berdaya.
Ikan haruan atau gabus, merupakan salah satu kekayaan hayati Kalsel.
“Selain bernilai ekonomi, juga memiliki nilai gizi yang tinggi terutama kandungan albuminnya sangat bermanfaat bagi kesehatan,” ujarnya.
Peluncuran Sunbumin ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Dan menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam yang lestari.
“Konsumsi ikan air tawar di Kalsel sangat tinggi termasuk ikan haruan. Untuk ikan haruan (gabus) diperkirakan produksinya mencapai 10 ribu ton lebih pertahun,” kata Rusdi.
Diakuinya populasi beberapa jenis ikan air tawar di alam seperti sungai dan rawa kian terancam akibat maraknya ilegal fishing berupa aksi penyetruman ikan .
Serta penangkapan anakan ikan untuk dikonsumsi. Di sisi lain budidaya ikan haruan sangat sulit dilakukan. (DS/S-01)







