Pemkab Taput Diminta Transparan Soal 2.000 Tenaga Honorer

PERNYATAAN Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tapanuli Utara, Nokman Simanungkalit, tentang jumlah 2.000 tenaga honorer di wilayahnya memicu polemik.

Banyak pihak mempertanyakan keakuratan angka tersebut dan meminta transparansi dari pemerintah daerah.

Ketua DPD LSM TOPAN RI Tapanuli Utara, Ranto Manullang, menilai angka yang disebutkan butuh klarifikasi.

“Sebanyak 2.000 tenaga honorer, di mana saja mereka bertugas? Jika tenaga pengajar honorer di SD dan SMP digaji melalui BOS, serta tenaga kesehatan dari BOK, lalu bagaimana dengan ribuan tenaga honorer lainnya?” kata Ranto.

Menurutnya, jumlah kecamatan di Tapanuli Utara hanya 15 kecamatan. Jika setiap kantor kecamatan memiliki 10 tenaga honorer, maka totalnya hanya 150 orang.

BACA JUGA  Dua lagi Korban Meninggal Ditemukan akibat Longsor di Taput

Ditambah dengan 30 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jika  masing-masing memiliki 20 honorer, jumlahnya hanya 600 orang.

“Masih ada 1.250 tenaga honorer yang belum jelas di mana mereka ditempatkan. Apakah mungkin Satpol PP dan Pemadam Kebakaran berjumlah 1.750 orang? Ini harus ditelusuri lebih dalam,” tegas Ranto.

Buka data

LSM TOPAN RI pun mendesak Pemkab Tapanuli Utara membuka data rinci mengenai tenaga honorer tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.

“Kami meminta pemerintah bersikap transparan. Jangan sampai tenaga honorer dijadikan alasan untuk kepentingan tertentu. Jika ada 2.000 tenaga honorer, harus dipublikasikan secara jelas agar publik tidak berasumsi negatif,” pungkasnya. (Satu/N-01)

BACA JUGA  Diduga Mangkir usai Mutasi, Camat Parmonangan Laporkan Seorang ASN ke BKPSDM

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

POLSEK Sleman menerima laporan ditemukannya sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki di Zona Klitikan Pasar Sleman, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo…

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara