
PEMIMPIN harus adil dan tidak memihak merupakan pemimpin ideal di masa sekarang. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubenur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberikan kajian.
Ia mengatakan seorang pemimpin yang ideal dalam konteks sekarang ini adalah yang mengedepankan kepentingan masyarakat, memberikan keadilan, dan tidak memihak.
“Tidak boleh mengedepankan ego atau bahasa dalam Al-Qur’an mengikuti hawa nafsu. Sehingga pekerjaan (untuk) masyarakat itu yang lebih diutamakan,” kata Taj Yasin dalam Kajian Spesial Ramadan di Masjid Kampus Universitas Diponegoro, Jumat (21/3).
Dalam kajian bertema “Menjadi Pemimpin Muslim” tersebut, Taj Yasin mengatakan bahwa kepemimpinan memiliki ruang yang cukup luas.
Bahkan dalam beberapa hadits yang menjelaskan tentang pemimpin dan kepemimpinan selalu diawali dan ditutup dengan peringatan.
Begitu juga dalam ayat-ayat Al-qur’an yang menjelaskan bahwa menjadi pemimpin itu muaranya adalah kembali kepada Allah SWT. Sebagaimana ayat yang ditujukan kepada Nabi Adam dan Nabi Daud.
“Semua manusia adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah dalam hadits selalu mengawali dan menutup kalimat dengan memperingatkan kepada setiap pemimpin,” tuturnya.
Pemimpin harus adil dan tidak memihak
Taj Yasin juga menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa mengenai bagaimana pemimpin dipilih atau diangkat dalam masa kini.
Juga tentang money politic yang banyak terjadi dalam proses pemilihan atau pengangkatan pemimpin.
“Seorang pemimpin harus kontekstual, harus mengikuti zaman. Seorang pemimpin tidak bisa hanya datang dengan program-program tanpa menyentuh langsung masyarakat,” kata Taj Yasin.
“Jika tidak ada yang ideal menurut Al-qur’an maka pilihlah yang paling sedikit mendekati mudharat,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung bagaimana pemimpin harus dapat menggandeng seluruh elemen masyarakat.
Seperti yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dengan menggandeng 44 perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah Universitas Diponegoro dengan program-program unggulannya.
“Untuk sinergitas sendiri alhamdulillah kemarin sudah disepakati MoU dengan 44 kampus universitas di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.
“Salah satunya menerapkan apa-apa yang menjadi inovasi dan pemikiran kampus yang mereka lebih ahli bagaimana memajukan Jawa Tengah,” lanjutnya.
“Salah satunya dari Undip untuk desalinasi, insyaallah akan segera kami bangun untuk masyarakat,” kata Taj Yasin lagi.
Rektor Undip Suhernomo mengatakan Undip mendukung penuh pemerintahan Luthfi-Yasin. Salah satunya dengan ikut serta dalam mengakselerasi program demi kesejahteraan masyarakat.
Undip memiliki banyak program, salah satunya adalah desalinasi yang akan direplikasi di beberapa daerah. Desalinasi adalah mengubah air laut menjadi air tawar.
“Kami berkomitmen mendukung program Pemprov Jateng. Ada 35 bidang dari Undip, kami akan support dari desalinasi dan lainnya termasuk stunting,” kata Rektor.
“Untuk kajian hari ini semoga mahasiswa mendapat gambaran menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” jelasnya. (Htm/S-01)







