
KEMENTERIAN Pertanian akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp1 triliun guna mendukung realisasi target cetak sawah seluas 500 ribu hektare di Provinsi Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel, Muhidin mengusulkan pemanfaatan dan pengambilalihan lahan tidur untuk ketahanan pangan.
Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri rakor kegiatan optimasi lahan dan cetak sawah menuju Indonesia Swasembada Pangan, Selasa (18/3) di Banjarbaru.
“Kita tetapkan target cetak sawah di Provinsi Kalsel seluas 500 ribu hektare dengan anggaran dana sekitar Rp1 triliun. Pokoknya tergabung pak gubernur, mudah mudahan bisa diselesaikan cepat, kalau tidak, kita akan pindahkan ke daerah lain,” kata Amran.
Mentan juga meminta kesanggupan para kepala daerah di Kalsel untuk menerima dana dan peralatan untuk program cetak sawah di wilayah masing-masing. Kementan memprioritaskan sejumlah kabupaten diantaranya Barito Kuala dan Tanah Laut.
Lebih jauh Mentan mendorong agar Provinsi Kalimantan Selatan mampu menjadi lumbung pangan nasional melalui peningkatan indeks pertanaman (IP) dan Optimalisasi Lahan pertanian.
“Kalsel kita harapkan bisa tanam hingga 3 kali setahun (IP 300) guna memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Amran.
“Kita tidak bisa setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Negara lain sedang mengalami krisis beras, kita harus siap,” lanjutnya.
Cetak sawah 500 ribu hektar
Kalsel memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan produksi beras nasional. Saat ini, luas lahan sawah di Kalsel mencapai 340.000 hektare, dengan produksi padi sekitar 1,7 juta ton.
Jika intensitas tanam ditingkatkan menjadi 3 kali setahun, maka produksi bisa melonjak hingga 4–5 juta ton.
Gubernur Kalsel, Muhidin akan melakukan koordinasi dengan para bupati di wilayahnya terkait kesanggupan melakukan program cetak sawah ini.
Dikatakannya sektor pangan di Kalsel berkontribusi 11,37 persen terhadap PDRB nasional. Adapun komoditas unggulan berupa, padi, jagung, jeruk, karet, kelapa sawit, ternak ayam, sapi, itik, dan kerbau rawa.
Lebih jauh Muhidin mengatakan lahan di Kalsel banyak yang menganggur atau tidak digarap maksimal.
Karenanya pihaknya mengusulkan agar lahan tidur atau yang ditelantarkan dalam kurun waktu tertentu, dapat diambil alih pemerintah dan kemudian dimanfaatkan bagi ketahanan pangan.
Kegiatan rakor akselerasi kegiatan optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah juga dihadiri 1.079 penyuluh se Kalsel, para Kapolres, Babinsa, dan unsur terkait lainnya.
Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung dan mengawasi kegiatan oplah dan cetak sawah rakyat di Kalimantan Selatan.
Kunjungan kerja Mentan ke Kalsel kali ini juga menghadiri panen raya di Desa Maluka, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Serta peninjauan kegiatan pasar murah yang dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia di Banjarbaru.
Dikatakan Amran pihaknya ingin memastikan ketersediaan serta harga beras dan minyak tidak terganggu selama Ramadhan dan Idul Fitri. (DS/S-01)








