Dukung Tagar KaburDuluAja, KPPMI Imbau Pemuda Bekali Diri

MESKI sempat mendapat tentangan dari banyak orang, ternyata tagar Kabur Aja Dulu mendapat sambutan positif dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI).

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KPPMI, Dwi Setiawan Susanto di sela-sela seminar/workshop yang digelar Pelbakori DIY, Minggu (23/2) di kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Menurut dia, hanya perlu menggeser sedikit, tidak mengubah maksud tetapi menjadikan lebih positif. Menurut dia yang harus dikembangkan adalah menjadi tagar Kerja ke Luar Negeri Dulu Aja Yuk.

“Ini akan lebih bermakna. Berangkat menjadi migran pulang menjadi juragan,” kata Dirjen.

Lebih lanjut dia menjelaskan, #KaburDuluAja akan sangat mendukung generasi muda yang akan mencari pengalaman, peluang kerja dan peningkatan kemampuannya dengan cara bekerja di luar negeri.

BACA JUGA  Dongkrak Pariwisata, Mandiri Jogja Marathon 2024 Digelar di Kawasan Prambanan

Lengkapi diri

Namun, ujarnya, untuk menjadi pekerja di luar negeri atau pekerja migran, diharapkan mereka ini melengkapi diri dengan berbagai hal yang diperlukan, antara lain ketrampilan atau skill yang mendukung, kemampuan berkomunikasi yang baik dan lainnya.

“Apalagi bekerja di luar negeri ini memiliki tantangan yang berbeda, kultur yang berbeda dan lain sebagainya yang harus dipahami,” kata Dirjen.

Karenanya, katanya, harus mempersiapkan diri dengan baik agar nanti berangkat menjadi igran ketika pulang bisa menjadi juragan.

“Pekerja migran Indonesia banyak yang belum mempersiapkan diri dengan baik. Tantangan bekerja di luar negeri berbeda-beda, baik dari segi budaya, kualifikasi, maupun standar internasional. Oleh karena itu, sebelum berangkat, pekerja harus mendapatkan pelatihan, sertifikasi dan kemampuan komunikasi dalam bahasa negara tujuan,” tandasnya.

BACA JUGA  35 Rumah Rusak, 47 Pohon Roboh Diterjang Angin Kencang di Sleman

Ada peluang

Ia menambahkan dari 1,4 job order yang ada, pada tahun lalu Indonesia hanya mampu mengirim 297.000 pekerja ke luar negeri. Artinya, ujarnya masih terbuka lebar peluang untuk bekerja di luar negeri termasuk di berbagai sektor strategis di Korea Selatan.

Pada kesempatan itu Ketua Umum PELBAKORI, Mohammad Rosyidi mengungkap, minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di Korea Selatan sangat besar. Tahun 2024, jumlah pendaftar mencapai 60 ribu orang, yang menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia.

“Tahun 2024 pendaftar untuk bekerja ke Korea mencapai 60 ribu, ini cukup besar animonya karena Korea menjadi salah satu negara yang paling menjanjikan. Baik itu gaji, kesejahteraan dan perlindungannya. Keamanannya lebih terjamin karena juga perlindungannya oleh pemerintah Korea,” katanya.

BACA JUGA  Susi Air Buka Rute Baru Yogya-Bandung dan Yogya-Karimunjawa

Adakan pertemuan

Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Korea Se Indonesia (PELBAKORI) bersama Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan UGM mengadakan pertemuan di UC UGM, Minggu (23/2/2025).

Munculnya fenomena tagar Kabur Aja Dulu yang ramai di media sosial menjadi salah satu perhatian dalam acara seminar tersebut. Apalagi, tagar tersebut mencerminkan keinginan besar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, untuk mencari peluang kerja di luar negeri. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

Penyanyi Indonesia, Nowela Elisabeth dan Suara 5 tampil dalam special performance pada pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR

Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37, Coach RD Apresiasi Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

  • September 30, 2026
Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37,  Coach RD Apresiasi  Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

  • September 29, 2026
Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

  • September 29, 2026
BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa