
GEMPA guguran atau RF (rock fall) di Gunung Merapi pada periode 27 Desember 2024-2 Januari 2025 sebanyak 1.055 kali. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih didominasi gempa.
Terbanyak gempa guguran atau RF (rock fall) sebanyak 1.055 kali. Sedangkan gempa lainnya gempa fase banyak 259 kali, gempa vulkanik dangkal 92 kali dan 1 kali gempa frekuensi rendah.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, Agus Budi Santosa menjelaskan dari hasil pemantauan, intensitas kegempaan Gunung Merapi pada pekan ini masih cukup tinggi.
Sedangkan guguran lava tercatat sebanyak 62 kali ke arah barat daya masuk hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.900 meter.
Gempa guguran Merapi
Dan 10 kali mengarah ke hulu Kali Krasak sejauh 1.800 meter serta 6 kali ke arah barat masuk hulu Sungai Putih-Sungai Sat dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.
“Morfologi kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat aktivitas guguran lava. Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan,” kata Agus Budi Santosa, Sabtu (4/1).
Berdasarkan analisis foto, volume kubah barat daya terukur sebesar 3.315.900 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.361.800 meter kubik.
Pada minggu tersebut, lanjutnya hujan di Pos Pengamatan GunungMerapu tercatat dengan intensitas curah hujan sebesar 71 mm/jam selama 45 menit di Pos Kaliurang pada 1 Januari 2025.
“Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujarnya. (AGT/S-01)







